Jumlah Kematian Turun, Spanyol Perpanjang Masa Lockdown hingga 25 April

RIAUMANDIRI.ID, MADRID - Pemerintah Spanyol mengumumkan perpanjangan masa lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Kebijakan lockdown di Spanyol membuahkan hasil dengan turunya angka kematian pada dua hari terakhir.
Dilansir AFP, otoritas Spanyol memberlakukan kebijakan lockdown pada 14 Maret dan dijadwalkan berakhir pada 11 April. Setelah melalui rapat internal, pemerintah Spanyol memutuskan kebijakan lockdown diperpanjang.
"Pada hari Selasa akan kembali meminta otorisasi dari parlemen untuk memperpanjang untuk kedua kalinya keadaan siaga sampai Sabtu 25 April," kata Perdana Menteri Pedro Sanchez dilansir AFP seperti dikutip detikcom, Minggu (5/4/2020).
Spanyol mencatat penurunan angka kematian di dua hari berturut-turut sejak Jumat (3/4) dengan 809 kasus. Jumlah total kematian akibat Corona di Spanyol mencapai 11.744 kasus, tertinggi kedua setelah Italia.
Jumlah kasus baru di Spanyol juga melambat menjadi 7.026, sehingga totalnya 124.736 kasus.
"Kami tahu bahwa tiga minggu isolasi ini membuahkan hasil," kata Sanchez.
Lockdown, sebut Sanchez, menyelamatkan banyak nyawa. Sanchez menyebut Spanyol sedang memasuki fase transisi.
Berita Lainnya
- Warga Gaza Harap Mesir Buka Perbatasan
- Corona Covid-19 Bisa 'Bernyanyi', Ini Karya llmuwan AS
- Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB
- Lembaga Riset AS: Islam Bakal Jadi Agama Terbesar di Dunia
- Dirjen PPI KLHK: Disepakati Prosedur dan Narasi Dasar Negosiasi Agenda Krusial COP26
- Ini Daftar Calon Pejabat dan Menteri Pilihan Trump