Keponakan Setya Novanto Divonis 10 Tahun Penjara, Ini Reaksi Pengacara

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, divonis 10 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam pusaran korupsi proyek e-KTP. Pengacara Irvanto, Susilo Ariwibowo, menilai vonis tersebut terlalu berat.
"Kalau itu peran yang sangat minimal atau hanya sebagai perantara dijatuhi hukuman 10 tahun, rasanya berat sekali. Saya tidak mengira dan membayangkan sampai 10 tahun," kata Susilo di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Rabu (5/12/2018).
Susilo mengaku kecewa terhadap putusan hakim yang dianggap cenderung mempertimbangkan dalil tuntutan jaksa. Menurutnya, peran Irvanto sebagai kurir atau perantara aliran uang saja.
"Saya ingin menyampaikan bahwa putusannya sangat mengecewakan karena kalau kita lihat dari sejak awal tadi pertimbangan putusan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan putusan-putusan terdakwa e-KTP lainnya," jelas Susilo.
Susilo sendiri tidak mengira kliennya akan divonis hukuman 10 tahun penjara. Meski demikian, sambung dia, kliennya belum memutuskan mengajukan permohonan banding.
"Saya mengiranya jauh tidak sampai 10 tahun. Mungkin dari minimal lebih dikit," imbuhnya.
Sebelumnya, Irvanto dan orang dekat Novanto, Made Oka Masagung, dinyatakan terbukti terlibat dalam korupsi proyek e-KTP. Keduanya sama-sama divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.
Berita Lainnya
- Sat Narkoba Polres Siak Tangkap 2 Orang Pengedar Sabu di Kecamatan Kandis
- Fakta Persidangan Amril Mukminin Ungkap Fee Proyek Tersebar ke Pemkab dan DPRD Bengkalis
- Kerap Transaksi Narkoba, Dua Pria di Tembilahan Dibekuk Polisi
- BNNP Riau Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Sabu di Bandara
- Pemuda yang Direkam Saat Telanjang oleh Oknum Camat di Pekanbaru Hadirkan Dua Saksi
- Polisi Masih Lengkapi Berkas Kasus Kredit Fiktif BNI 46