Ternyata Bukan Ayah Prabowo yang Teken Kontrak Karya Freeport Pertama

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Rumor yang menyebut bahwa ayah dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo sebagai penanda tangan klausul kontrak Freeport masuk Indonesia dibantah Ekonom senior DR Rizal Ramli.
Dikatakan Rizal Ramli meluruskan, kontrak karya pertama Freeport diteken oleh Mohammad Sadli pada tahun 1967. Kala itu, Sadli menjabat sebagai Menteri Pertambangan.
“Kontrak pertama dengan Freeport di-draft oleh USAID, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Prof. Sadli almarhum,” tutur Rizal Ramli, Senin (26/11/2018).
Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu menerangkan bahwa kontrak karya seharusnya berakhir di tahun 1997. Sebab durasi kontrak selama 30 tahun.
Namun di tahun 1991, Freeport berhasil melobi pemerintah dan kontrak karya kedua Freeport ditandatangani. Saat itu, oleh Ginanjar Kartasasmita selaku Menteri Pertambangan.
Menurutnya, semua kontrak itu merugikan Indonesia lantaran draft kontrak dibuat orang asing, sementara perwakilan pemerintah tinggal membubuhkan tanda tangan di kontrak.
“Kontrak-kontrak tersebut didraft oleh orang asing seperti kontrak Freeport I dan II. Pejabat yang katanya hebat-hebat, bergelar profesor, tinggal tanda tangan,” tukasnya.
Berita Lainnya
- 5 Manfaat Sehat Dengan Rutin Mengkonsumsi Kunyit
- Kisah Viral Anak Penjual Telur: Diupah Rp500, Kalau Pecah Ganti Rp3500
- Giliran Gunung Ibu di Maluku Utara Meletus
- Viral UAS Ceramah di Lampung Dikawal Tentara
- Rumor DANA Bakal Diakuisisi Sinarmas, CEO Enggan Komentar
- Brigjen Supriyanto Siap Tindak Pelaku Karhutla