Jalan Poros Diharapkan Dimulai dari Desa Kayu Ara

Jalan Poros Diharapkan Dimulai dari Desa Kayu Ara

KAYU ARA (riaumandiri.co)-Kondisi umumnya desa-desa yang ada di Kecamatan Rangsang Pesisir adalah desa tertinggal dari berbagai infrastruktur dasar. Untuk masyarakat berharap pembangunan jalan poros yang akan menghubungkan Kecamatan Rangsang Barat dan Kecamatan Rangsang Pesisir hendaknya dimulai dari desa yang ada di Kecamatan Rangsang Pesisir.

Seperti rencana pembangunan jalan poros yang akan dilakukan mulai dari Desa Peranggas menuju Desa Kayu Ara sebaiknya dimulai dari Desa Kayu Ara menuju Desa Peranggas. Hal itu untuk memberikan kemudahan bagi warga Kecamatan Rangsang Pesisir yang hendak menuju ibukota kabupaten.

Demikian diungkapkan Syahrul, warga Desa Kayu Ara kepada Haluan Riau  lewat ponselnya Rabu kemarin. Syahrul mengatakan, dengan dimulai dari arah Kecamatan Rangsang Pesisir maka masyarakat akan bisa langsung menikmati pembangunan tersebut.

"Tapi jika harus dimulai dari Desa Peranggas menuju Kayu Ara, maka warga masyarakat yang berdomisili di Rangsang Pesisir akan lambat menimatinya. Sebab tentu saja untuk sampai ke ujung barangkali harus menunggu beberapa waktu lamanya,”ungkap Syahrul.

Dijeskan Syahrul lagi, Desa Kayu Ara sejak tahun lalu sudah memiliki pelabuhan yang memadai. Sehingga untuk bongkar material di pelabuhan itu saat ini sudah sangat memadai.

Kalau selama ini memang desa tersebut belum memiliki sarana pelabuhan, sehingga penyediaan material memang cukup sulit. Dengan tersedianya pelabuhan di Desa Kayu Ara, maka tidak ada kendala lagi masuknya berbagai jenis bahan material untuk pembangunan.

"Inilah dasarnya kenapa kita berharap agar pembangunan tersebut nantinya dimulai dari wilayah Rangsang Pesisir," kata dia lagi.

Harapan masyarakat Desa Kayu Ara tersebut didukung sepenuhnya oleh Kepala Desa Kayu Ara, Rusli. Kepada Haluan Riau diungkapkan kalau boleh usulan kepada pemerintah daerah dimana anggaran pelaksanaan pembangunan jalan poros yang akan menghubungkan dua kecamatan bertetangga itu bersumber dari dana APBD kabupaten.(jos)