BKSAP DPR Terima Dubes Turki, Ada Tiga Isu yang Dibahas
_DPR_RI__Mardani_Ali_Sera_melakukan_pertemuan_dengan_Du20250228170542.jpeg)
RIAUMANDIRI.CO - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera menyampaikan harapannya agar hubungan antara Indonesia dan Turki semakin erat usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas tiga isu utama yang menjadi perhatian bersama.
"Bahagia sekali kami menerima Duta Besar. Karena Indonesia dengan Turki terpisah jauh jaraknya, tapi sangat dekat sejarahnya, komunikasinya, dan kerjasamanya. Jadi, kami bahagia tadi berjumpa," ujar Mardani usai pertemuan di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Salah satu isu utama yang dibahas adalah kolaborasi antarwarga (people-to-people collaboration). Mardani menyoroti ketimpangan kebijakan visa antara kedua negara, di mana warga Indonesia bisa masuk ke Turki tanpa visa, tetapi warga Turki masih harus mengurus visa untuk masuk ke Indonesia.
"Kami ingin ada kebijakan resiprokal. Mungkin kita akan berbincang dengan Kementerian Luar Negeri dan para pihak agar dibuka peluang resiprokal. Kalau kita sudah dimudahkan ke Turki, Turki ke sini juga dimudahkan," tegas Legislator Fraksi PKS ini.
Selain itu, Mardani juga menyoroti kurangnya frekuensi penerbangan langsung dari Turkish Airlines rute Istanbul-Jakarta dan Istanbul-Bali. Menurutnya, penambahan frekuensi penerbangan akan memperkuat hubungan ekonomi dan pariwisata antara kedua negara.
"Mereka ingin lebih banyak penerbangan langsung agar makin mudah dan murah. Makin banyak slotnya, makin murah, dan makin banyak orang Turki yang akan datang ke Indonesia," lanjutnya.
Dalam aspek perdagangan, Mardani menekankan pentingnya percepatan penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Turki. Meskipun hubungan kedua negara sudah terjalin erat, perjanjian ini belum berjalan dan belum ditandatangani.
"Walaupun ini urusan pemerintah, kami di parlemen akan mendorong agar hubungan ekonomi Indonesia-Turki semakin erat dan CEPA bisa segera terealisasi," tambahnya.
Isu terakhir yang dibahas adalah kerja sama dalam mendukung Palestina. Mardani menegaskan bahwa baik Indonesia maupun Turki memiliki komitmen yang sama untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Kami berharap hubungan Indonesia-Turki bisa semakin dalam, tajam, dan kuat, termasuk dalam upaya membantu Palestina agar segera merdeka," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
- Wacana Jadwal Pendaftaran Capres Dimajukan, Yanuar: Masih Sesuai Regulasi
- BKSAP DPR: Indonesia Tak Perlu Khawatirkan Politik Dumping Eropa
- Komisi II DPR RI Dalami Laporan Kasus Mafia Tanah di Sumut
- All New Honda Scoopy Lebih Unik, Fashionable dan Modern
- Saatnya Indonesia Gunakan Teknologi Pengolahan Air Laut untuk Air Bersih
- Komisi I DPR RI Setujui Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI