BANGKINANG (RIAUMANDIRI.co) - Para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Kampar berharap adanya dukungan penuh pemerintah daerah dalam mendukung usaha mereka, sehingga mereka juga dapat meningkatkan investasi. Selama ini pengusaha banyak menghadapi berbagai persoalan baik teknis maupun sosial dalam menjalankan dan mengembangkan usaha di daerah.
Demikian terungkap dalam Focus Group Discussion/Diskusi Kelompok Terarah (FGD) yang diikuti oleh para pengusaha di Kabupaten Kampar, dengan agenda rancangan awal Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kampar Tahun 2017-2022 yang ditaja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar, Kamis (24/11).
Ada 85 perusahaan dengan berbagai bidang usaha yang ada di Kabupaten Kampar mengikuti FGD tersebut. Kebanyakan para pengusaha ini berasal dari perusahaan perkebunan.
Mereka dipandu oleh tim ahli dari Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB ).
Dalam diskusi itu terungkap bahwa para pengusaha banyak mengalami kendala seperti infrastruktur jalan dan listrik yang kurang memadai, sehingga menyulitkan akses transportasi, produksi dan pemasaran. Kemudian mereka juga terkendala soal topografi, perizinan, perpajakan, tumpang tindih lahan (sengketa lahan), tenaga kerja lokal dan luar, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), CSR, penataan PKS, kebakaran lahan gambut dan permasalahan sosial lainnya.
Apa yang disampaikan para pengusaha ini memang menjadi pokok permasalahan yang dianggap penting untuk diselesaikan dalam lima tahun kedepan seperti aspek kebijakan dan perijinan termasuk retribusi pajak daerah, aspek infrastruktur penunjang, aspek lingkungan dan sosial, aspek tenaga kerja, aspek pemasaran dan promosi, aspek ketersedian bahan baku, aspek keuangan dan permodalan.
Selengkapnya di Koran Haluan Riau edisi 25 November 2016
Reporter: Herman Jhoni
Editor: Nandra F Piliang