Pemkab Kampar Siap Kembangkan Potensi Wisata

Tanggal Galeri : Kamis,17 Desember 2015

Wilayah XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu Simpan Sejuta Pesona

Kabupaten Kampar merupakan salah satu daerah yang memiliki wilayah yang cukup luas di Provinsi Riau. Dari beberapa wilayah di Kampar, tersimpan potensi wisata yang luar biasa, potensi yang sangat menjanjikan untuk masa depan Kampar.

Salah satu potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Kampar saat ini adalah keberadaan danau PLTA Koto Panjang yang terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar. Danau ini terbentuk karena adanya bendungan di Sungai Kampar untuk menggerakkan turbin proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Koto Panjang yang dibendung sejak tahun 1994 silam.

Meski belum digarap maksimal dan masih dikelola secara tradisional, namun perlahan tapi pasti masyarakat di beberapa desa di Kecamatan XIII Koto Kampar sudah mulai sadar dan bergerak untuk mengelola potensi wisata Danau PLTA Koto Panjang. Hal ini ditandai dengan berdirinya beberapa Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis).

Pok Darwis ini sejalan dengan program dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Pok Darwis di Kecamatan XIII Kot Kampar pertama berdiri di Desa Tanjung Alai, kemudian menyusul di Desa Pulau Gadang dengan nama Pok Darwis Kampuong Danau Koto Panjang dan terakhir terbentuk pula Pok Darwis Tanah Gali di Desa Pongkai Istiqomah.

Pok Darwis yang ada saat ini siap memandu para wisatawan untuk sekedar menikmati keindahan alam Danau PLTA Koto Panjang atau kegiatan lain seperti memancing dan meninjau beberapa objek wisata alam yang cukup banyak di sekitar Danau PLTA Koto Panjang.

Selain di XIII Koto Kampar, Pok Darwis juga telah berdiri di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. Objek wisata yang ditawarkan pemandu-pemandu wisata di Desa Tanjung ini tak kalah menarik dan benar-benar eksotik dan alami.

Pengunjung pasti tak akan kecewa setelah menjalani tantangan alam baik di sekitar Sungai Kapur atau Sungai Kopu maupun ketika mengunjungi objek wisata air terjun Panisan yang juga terletak di Desa Tanjung.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang apa saja yang bisa dinikmati di seputaran Danau PLTA Koto Panjang, Ketua Pok Darwis Tanah Gali Jismadi mengungkapkan, pengunjung bisa menikmati wisata mancing dengan memanfaatkan jasa Pok Darwis Tanah Gali.

Jika pengunjung ingin berkeliling Danau PLTA Koto Panjang atau memmancing bisa menggunakan sampan yang disewakan oleh Pok Darwis dengan tarif Rp 400 ribu perhari. Sampan ini bisa memuat tiga hingga enam orang.

Sementara untuk speed boat dengan muatan maksimal tiga orang, pengunjung hanya merogoh kocek Rp 600 ribu perhari.
"Kalau menggunakan jasa pemandu, untuk satu hari Rp 250 ribu per orang pemandu," ulas Jismadi.

Bagi pengunjung yang ingin menggunakan jasa antar jemput, Pok Darwis Tanah Gali juga menawarkan jasa antar jemput ke pulau. "
Dari Pongkai ke Batu Bersurat atau Koto Tuo atau sampai ke dam PLTA kita juga bisa antar jemput.
Kalau  diantar ke pulau atau desa lainnya tarif yang kita tawarkan Rp 20 ribu sampai dengan Rp 30 ribu/orang," terangnya.



Selain menikmati wisata memancing, di Po Darwis Tanah Gali juga menawarkan paket wisata ke Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi.
"Kalau tarif perjam ke Bukit Suligi ini belum kami terapkan karena tergantung kesepakatan, tapi anggaran pemandung Rp 250 ribu/hari bisa sampai ke puncak Bukit Suligi," ucapnya.

Promosi dan pengembangan wisata ke Kawasan Bukit Suligi ini kata Jismadi juga bertujuan untuk menyelamatkan hutan lindung ini dari tangan-tangan nakal perambah hutan dan isi hutan. Pengunjung akan menikmati keindangan alam dan melihat betapa kayanya alam Bukit Suligi karena di bukit ini masih terdapat kayu-kayu tua dengan kualitas tinggi.

"Kalau ini berkembang, maka ekonomi masyarakat juga akan terangkat karena semakin banyak pengunjung maka akan makin banyak efek yang dirasakan masyarakat seperti penyerapan tenaga kerja, penjualan aneka produk yang dihasilkan masyarakat dan lainnya," beber Jismadi.


Untuk menjangkau Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi ini cukup mudah. Dari dermaga di Desa Pongkai Istiqomah naik speed boat atau sampan bermesin sekitar lima belas menit. Kemudian pengunjung meneruskan berjalan kaki menyusuri bukit. Hanya butuh waktu 1,5 jam sampai di puncak bukit.

"Telah banyak yang datang ke Bukit Suligi, diantaranya mahasiswa, mereka membuat kegiatan di sini," terangnya.


Berwisata dengan menikmati panorama alam di sekitar Danau PLTA Koto Panjang juga tak kalah menarik  di kawasan Desa Pulau Gadang. Ketua Pok Darwis Kampuong Danau Koto Panjang Wowon menyebutkan, pengunjung bisa menghubungi beberapa orang nelayan yang selalu mangkal di dermaga Desa Pulau Gadang yang tak jauh dari gerbang Kampung Patin.

Pengunjung bisa menggunakan jasa sewa sampan dari nelayan-nelayan yang ada di daerah itu. Selain kawasan memancing yang cukup menarik, ternyata tak jauh dari tepi Danau PLTA Koto Panjang terdapat beberapa objek wisata yang sangat indah. Diantaranya Air Terjung Batang Oghau,

Beberapa wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan di Danau PLTA Koto Panjang, khususnya dalam area Desa Pulau Gadang adalah area memancing dan menjaring berbagai jenis ikan seperti toman, baung, geso, balido, barau, tapa, geso dan berbagai jenis ikan favorit lainnya di Sungai Kampar.
Pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam di kawasan danau seperti pulau-pulau kecil, dan air terjun Tambang Mughai dan Batu Angkut. Beberapa bulan terakhir, kedua jenis air terjun ini mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal bahkan manca negara.

Air terjun ini berada di kawasan hutan yang berada di seberang danau. Dengan terbentuknya Pok Darwis Kampuong Danau PLTA Koto Panjang ini masyarakat berharap pemerintah daerah maupun provinsi dan pusat mengalokasikan bantuan penambahan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan Pok Darwis.
"Pok Darwis Kampuong Danau siap untuk memfasilitasi wisatawan menikmati sensasi Danau PLTA Koto Panjang," pungkas Wowon.


Kemudian bergerak ke arah hulu Sungai Kampar yakni di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu. Ada beberapa tempat yang selama ini belum terpublikasi dan terekspos. Namun sejak adanya beberapa media sosial dan pemberitaan di beberapa media baik cetak maupun elektronik, kini Desa Tanjung menjadi salah satu destinasi wisata.

Menurut Ketua Pok Darwis Desa Tanjung Asrul, S.Pd.I, objek wisata di Desa Tanjung terdapat dua lokasi wisata.

Objek wisata pertama yaitu menelusuri pesona alam Sungai Kapur atau sering disebut oleh masyarakat setempat Sungai Kopu.
Pok Darwis Desa Tanjung menetapkan tarif bagi 10 orang pengunjung sebesar Rp 500 ribu. Tarif ini untuk sewa sampan, pemandu sekaligus yang mengemudikan sampan, plus makan sebanyak satu kali.

"Jika lebih dari 10 orang dikenakan biaya Rp 50 ribu per orang," terang Asrul.

Pesona alam yang bisa dinikmati di sepanjang Sungai Kopu diantaranya melihat keindahan bebatuan dan tebing di pinggir sungai. Diantaranya ada batu yang berbentuk dagu manusia yang disebut Batu Dagu, Batu Balai, Batu Nisan Loba, Batu Gondang, Batu Lompatan Kancil,  Batu Buayo, Batu Iduong, Batu Kangkuong, Batu Ladiong, Batu Gawik, Batu Olang Onggok. Di Sungai Kopu pengunjung bisa memancing bebagai jenis ikan dan istirahat sambil makan di pinggir sungai.

Jika ingin bermalam atau berkemah, tak jauh dari Sungai Kopu ini terdapat beberapa lokasi untuk berkemah. Lokasi ini aman dan nyaman. "Sudah banyak mahasiswa yang berkemah di sini diantaranya dari UIN dari UR,  dari Batam juga pernah ada, dari Pelalawan. Bagi yang mau berkemah kita tak tetapkan tarif. Sukarela saja mereka ngasih. Ada yang bantu bel bola untuk pemuda," ucap Asrul.

Tak jauh dari Sungai Kopu, pengunjung yang datang ke Tanjung juga bisa menikmati pesona alam Air Terjun Panisan. Di objek Wisata Panisan ini ada air terjun 3 tingkat. Di sini juga ada Batu Babi, Gua Dangung-Dangung dan di sini pengunjung juga bisa berkemah. Untuk mencapai Objek Wisata Panisan pengunjung harus menyeberang Sungai Kampar dengan menggunakan rakit. Ongkos rakit Rp 5000 untuk pulang pergi (PP).

Secara keseluruhan kunjungan dari wisatawan ke Tanjung akhir-akhir ini cukup tinggi. Pada bulan Oktober lalu ada  kunjungan dari media diantaranya dari TVRI nasional 12 orang, Dinas Pariwisata Provinsi Riau sebanyak 8 orang dan rombongan Asisten I Setdakab Kampar dan pada bulan September sebanyak 750 orang mahasiswa UIN berkemah di Tanjung.

Salah seorang tokoh muda dari Koto Kampar Hulu Dedi Irawan, S.Sos menuturkan, banyak daerah yang saat ini pada dasarnya tidak memiliki potensi wisata, justru menciptakan wiata buatan karena mereka sadar bahwa sumber pendapatan daerah itu berasal dari sekotor wisata. "Alangkah sayangnya Kampar yang banyak memiliki potensi wisata hanya tinggal memoles. Oleh sebab itu perlu political will dari pemerintah. Perlu adanya infsrastruktur, masyarakatnya cukup mendukung atau tidak," ucap Dedi.

Di tempat terpisah, terkait potensi wisata di XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kampar Drs H Syamsul Bahri, M.Si mengatakan, Pemkab Kampar siap untuk mendukung pengembangan objek wisata di Kabupaten Kampar. Menurut Syamsul,   peran serta masyarakat untuk membangkitkan kepariwisataan termasuk dalam pembentukan Pok Darwis sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Menurut Syamsul, untuk membangun sektor wisata,  destinasi wisata harus ada beberapa faktor yang harus mendukung yaitu adanya keunikan objek wisata, harus ada sarana prarasana yang cukup seperti hotel, restauran,  tempat bermain,  taman, infrastruktur yang memadai, jalan,  jembatan, fasilitas telepon dan  peranan masyarakat.

"Tugas kita  bagaimana memberikan kesadaran dan mengajak masyarakat dan bagaimana daerah itu betul-betul aman dan nyaman. Peran masyarakat juga dibutuhkan. Semakin banyak Pok Darwis makan akan semakin baik," ujar Syamsul.

Dikatakan, menurut rencana pada tahun 2016 mendatang akan dilakukan beberapa kegiatan melalui dana bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Riau diantaranya melakukan pelatihan.

Mengenai pengembangan objek wisata di Kabupaten Kampar, khususnya di wilayah Danau PLTA Koto Panjang, menurut Syamsul itu merupakan tugas dari lintas sekotoral. "Kalau masalah jalan, jembatan dan dermaga itu terkait dengan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya.
Untuk tahun 2016 misalnya, Pemerintah Provinsi Riau akan membangun dermaga menuju Sungai Kopu di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu.
"Program pengembangan itu akan dilakukan sejalan dan secara bertahap ditingkatkan terus. Dari dinas kita akan  lakukan promosi," pungkas Syamsul.(adv)

Sungai Kopu, Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu

Air Terjun Panisan, Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu

Masyarakat melintas diantara keramba di Danau PLTA Koto Panjang di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar

Candi Muara Takus di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar