Pastikan tak Ada ‘Penumpang Gelap’ Masuk APBD

Plt Gubri Minta Paraf Kepala Satker

Plt Gubri Minta Paraf Kepala Satker

PEKANBARU (HR)-Dugaan tentang adanya 'penumpang gelap' dalam APBD Riau tahun 2015, ternyata mendapat perhatian serius Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Untuk memastikan tidak adanya 'penumpang gelap' tersebut, Andi Rachman, demikian panggilan akrabnya, dikabarkan telah meminta paraf seluruh kepala satuan kerja di lingkungan Pemprov Riau.

Sejauh ini, benar atau tidaknya 'penumpang gelap' tersebut, belum bisa dipastikan. Hal itu disebabkan draf hasil verifikasi APBD Riau 2015, masih tergantung di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun Pemprov berjanji, begitu draf tersebut diterima, akan langsung diserahkan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau.

Menurut anggota Banggar DPRD Riau, Aherson, adanya 'penumpang gelap' dalam APBD Riau 2015 bisa saja terjadi. "Bisa saja kita kan belum tahu, karena (draf hasil verifikasi Kemendagri) belum sampai kepada kita," ujarnya, Selasa (16/12) di Gedung DPRD Riau.

Politisi Demokrat ini menyebutkan, sejauh ini Plt Gubri Andri Rachman sudah meminta paraf seluruh kepala satker untuk memastikan usulan yang masuk dalam draf APBD 2015, sesuai dengan yang diusulkan satker.

"Kemarin Plt gubri meminta paraf seluruh satker. Artinya ini untuk memastikan bahwa apa yang ada dalam APBD itu memang sesuai usulan satker dan tidak ada 'penumpang gelapnya. Karena kalau tidak sesuai dengan usulan satker, tentunya tak bisa dijalankan," terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Banggar DPRD Riau, Suparman. Politisi Golkar ini juga mengaku, sampai saat ini DPRD Riau belum menerima draft perbaikan hasil verifikasi pemprov Riau.

"Itu belum sampai dan belum masuk suratnya, nantinya verifikasi itu perlu persetujuan pimpinan," ungkap Suparman.
Meskipun demikian, kata Suparman, draf hasil verifikasi akan dibawa ke Banggar. "Selanjutnya isinya akan dibahas," terangnya.

Menurut politisi asal Rohul ini, untuk perbaikan hasil verifikasi tersebut perlu waktu yang cukup lama. "Karena memang untuk merapikan itu memang luar biasa rumitnya," pungkas Suparman. (rud)