Ramaikan Masjid di Indonesia

Tak Sampai 10 Persen Remaja

Tak Sampai 10 Persen Remaja

PEKANBARU (HR)-Sebuah kabar ironi datang dari Masjid Agung Annur, ketika pelantikan Dewan Pengurus Wilayah BKPRMI Provinsi Riau, Sabtu (14/3). Bahwa tidak 10 persen pun lagi remaja yang mau sholat ke masjid, tidak 10 persen lagi anak-anak muda mengikuti kegiatan pengajian, tidak 10 persen lagi generasi muda mau mengaji dan sebagainya.
Kabar ini disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) BKPRMI, H Salim Aldi Al Idrus, ketika melantik Abdul Wahid sebagai Ketua DPW BKPRMI Provinsi Riau.
Dalam kesempatan itu Ketua umum DPP BKPRMI berpesan kepada Ketua dan jajaran pengurus BKPRMI Riau yang baru dilantik agar dapat memulai gerakan memakmurkan masjid, khususnya di Provinsi Riau ini.
"Ini amanah yang harus dipertanggung jawabkan, saudara-saudara dilantik, maka itu jangan sampai lalaikan amanah yang dipercayakan ini," kata Salim Aldi Al Idrus, yang juga langsung disaksikan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Ustadz Arifin Ilham dan ribuan jemaah Mesjid Agung An-Nur.
Dia mengaku telah mengunjungi sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonseia dari Aceh hingga Papua, hal miris ditemukan karena tidak 10 persen pun lagi remaja yang mau sholat ke masjid, tidak 10 persen lagi anak-anak muda mengikuti kegiatan pengajian, tidak 10 persen lagi generasi muda mau mengaji dan sebagianya.
"Ini adalah suatu kebanggaan Yahudi, anak-anak muda tidak lagi mau memakmurkan Masjid, ini menjadi tantangan kita di BKPRMI untuk bisa kembali membawa anak-anak muda kita ke masjid, mengikuti pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya," ajaknya.
Salim Aldi Al Idrus juga mengingatkan bahwa kepengurusan BKPRMI Riau sempat Enam tahun stagnan, karena itu ia memberi target kepada Ketua dan pengurus BKPRMI Riau selama Enam bulan untuk bisa menunjukkan eksisnya di Provinsi Riau.

"Hingga enam bulan setelah dilantik tidak melaksanakan kegiatan, maka Ketua silahkan mundur. Kita butuh ketua yang mau mengegerakkan generasi muda ke masjid, gerakkan pengurus dan bisa membawa masyarakat khususnya para remaja dan pemuda untuk ke masjid," tegasnya.

Untuk Ketua dan pengurus BKPRMI menurutnya juga dituntut mampu memperbaiki generasi muda saat ini yang telah direcoki Yahudi melalui Narkotika dan Obat-obat (Narkoba) terlarang, mereka menghancurkan generasi muda dan remaja-remaja melalui berbagai cara, Yahudi juga mengadakan konser-konser musik, dan lainnya.

"Ini hal-hal yang harus mulai kita berikan pemahaman dan dorongan kepada generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya, agar menjauhi hal-hal yang bisa membuat Yahudi menjadi senang," pungkasnya.

Sementara Ketua Umum DPW BKPRI Provinsi Riau Abdul Wahid SAg MIkom, dengan langkah yang baik ini, BKPRMI Riau hadir untuk membantu pemerintah daerah dan juga masyarakat dalam melaksanakan program kerja khususnya bidang ke agamaan.

"Pengurus diharapkan setelah dilantik agar dapat melaksanakan tugas sesuai dengan bidangnya, jangan menghilang atau lari dari tanggung jawab," ingatnya. Selain itu, Wahid juga menyampaikan atas suksesnya acara, BKPRMI Riau mengucapkan terimakasih kepada dewan penasehat H Ibnu Mas'ud, PT KANAYA dan Yayasan Alhamra Jakarta atas bantuan materil maupun non materil yang diberikan.

Ikut hadir dalam acara yang juga disertai dengan pelaksanaan Tabligh Akbar bersama Ustadz KH Muhammad Arifin Ilham yang bekerjasama dengan PT Kanaya tersebut antaralain, Anggota DPD RI asal Riau H Gafar Usman, Sekretaris Daearh Provinsi Riau, H Zaini Ismail MSi, Kakanwil Kemenag Riau H Tarmizi, Ketua MUI Riau M Nazir, para Muspida Riau dan ribuan jemaah.(rtc/yuk)