Tertahan 14 Hari, Jenazah TKI Ilegal di Malaysia Akhirnya Dijemput

Tertahan 14 Hari, Jenazah TKI Ilegal di Malaysia Akhirnya Dijemput

RIAUMANDIRI.CO, JEMBER - Tidak kunjung kelarnya proses pemulangan jenazah Amintyas Wahyuni (30) TKI ilegal asal Dusun Sumuran Desa Klompangan Ajung Jember, membuat Bupati Jember, Faida gregetan.

Ia pun berinisiatif memulangkan jenazah Amintyas dari Kuala Lumpur Malaysia ke Tanah Air pada Senin malam (11/6/2018).

"Alhamdulilah, siang ini saya sudah sampai di RS Kuala Lumpur Malaysia. Pembayaran kekurangan biaya rumah sakit yang terkena musibah atas nama Amintyas Wahyudi (30), warga Dusun Sumuran, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung sudah dilakukan," terang Faida ketika dikonfirmasi, Selasa (12/6/2018).


Amintyas selama perawatan di rumah sakit menelan biaya 15.000 RM (Ringgit Malaysia), kemudian turun menjadi 7.000 RM.

Donatur dari Kemenaker mengucurkan dana sebesar 1.500 RM dan sisanya dipenuhi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Jember sebesar 5.500 RM.

"Biaya rumah sakit yang harus di keluarkan 15.000 RM (Ringgit Malaysia) dan turun menjadi 7000 RM, kemudian dapat bantuan dari donatur Kemenaker sebesar 1.500 RM dan sisanya di-cover Pemkab Jember sebesar 5.500 M," tambah Faida.

Jenazah Amintyas sudah tertahan di rumah sakit 14 hari lebih, pihak keluarga tidak bisa membayar biaya pengobatan sebesar itu.

"Setelah proses pelunasan pembayaran ini, akan diurus pemulangan jenazah ke Jember. Insya Allah malam ini kembali ke tanah air," tandasnya

Bupati berpesan agar kejadian ini tidak terulang, dan sebaiknya mendaftarkan diri ke Disnakertrans bilamana akan bekerja ke luar negeri.

“Ambil hikmahnya dari kejadian ini. Kami imbau kepada warga Jember yang menjadi TKI untuk segera mendaftarkan diri ke Disnakertrans. Hal ini agar bisa dicatat dan terurus segala kelengkapannya, karena musibah datang tidak ada yang bisa menolak,” pungkas Bupati.

Sebagai informasi, Amintyas Wahyudi adalah warga Dusun Sumuran, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung Jember yang tewas setelah dikabarkan mengidap serangan virus.


Sumber: tribunnews.com