AMAN Inhu Akan Bahas Konflik PT RPJ dengan Masyarakat Adat ke Pertemuan AMAN Se-Indonesia

Cetak Rabu,23 Mei 2018 | 21:27:51 WIB
AMAN Inhu Akan Bahas Konflik PT RPJ dengan Masyarakat Adat ke Pertemuan AMAN Se-Indonesia
Ket Foto : Alat berat milik PT RJP sedang bekerja merambah lahan Hutan Lindung Bukit Betabuh di Desa Pesajian, Kecamatan Batang Peranap, Inhu.

RIAUMANDIRI.CO, RENGAT- Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Indragiri Hulu akan membawa persoalan konflik masyarakat adat dengan PT Runggu Prima Jaya (RPJ) atau PT Mulia Agro Lestari (MAL) ke ajang pertemuan AMAN nasional yang akan digelar di Jakarta dalam waktu dekat.
 

Ketua AMAN Inhu, Gilung menyampaikan, hal ini dilakukan karena tidak ada titik terang penyelesaian konflik antara masyarakat adat dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit itu. 


Pertemuan AMAN se-Indonesia akan digelar selama lima hari, mulai tanggal 25 sampai 30 Mei. Gilung melanjutkan, kesempatan itu akan dimanfaatkan untuk menyuarakan perjuangan masyarakat adat Talang Mamak di Kabupaten Inhu, yang wilayah adatnya sedang berkonflik dengan pihak perusahaan. Salah satunya adalah PT RPJ dengan warga Desa Anak Talang di Kecamatan Batang Cenaku.


"Kita sudah siapkan berkas yang akan dibawa ke Jakarta untuk disampaikan kepada pengurus pusat AMAN," kata Gilung, Rabu (23/5/2018). Gilung melanjutkan, berkas itu merupakan berkas yang juga diserahkan ke Polda Riau sesuai dengan laporan LBH Pekanbaru. 


"Laporan kita ke Polda Riau sampai saat ini belum menunjukan titik terang, makanya kita akan menyampaikan permasalahan ini ke AMAN pusat. Mudah-mudahan ada jalan keluar," kata Gilung.


Selain merampas wilayah adat Talang Mamak, Gilung berkata bahwa PT RPJ saat ini berada dalam kawasan hutan lindung. Oleh karena itu, menurutnya sudah terjadi pelanggaran aturan terkait lingkungan hidup dalam penggarapan oleh PT RPJ atau PT MAL tersebut. 


Selain persoalan PT RPJ atau PT MAL, AMAN Inhu juga akan membawa isu soal wilayah adat yang berada di dalam hutan kawasan. Seperti yang dijelaskannya, saat ini ada delapan wilayah adat Talang Mamak yang berada di dalam kawasan Hutan Taman Nasional Bukti Tiga Puluh.


Sementara itu, menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu, Nugroho Wisnu Pujoyono mengungkapkan bahwa pihaknya sempat melakukan rapat bersama dengan Pemkab Inhu. Dalam rapat itu juga melibatkan sejumlah instansi. 


"Intinya rapat itu membahas soal permasalahan seputar PT RPJ atau PT MAL," kata Wisnu. 


Pada kesempatan itu, Wisnu juga sempat mengusulkan agar proses hukum terhadap PT RPJ tetap dilanjutkan. 

 

Reprter: Eka Buana Putra
Editor: Rico Mardianto

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Jumat,22 Juni 2018 - 18:16:14 WIB

Para Ilmuan Barat Ini Masuk Islam Karena Hasil Penelitian Mereka

RIAUMANDIRI.CO - Ilmua identik dengan seseorang yang memiliki keahlian di bidang tertentu, yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Ternyata hasil riset ilmiah mereka tak hanya bermanfaat bagi umat manusia, tapi juga beberapa di antara para peneliti mendapat hidayah untuk bisa menerima kebenaran Alquran.