Soal UNBK Tak Sesuai Kisi-kisi, Ketua DPR Minta Penjelasan Kemendikbud

Cetak Senin,16 April 2018 | 19:49:55 WIB
Soal UNBK Tak Sesuai Kisi-kisi, Ketua DPR Minta Penjelasan Kemendikbud
Ket Foto : Ketua DPR Bambang Soesatyo
RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menjelaskan secara terbuka mengenai soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang tidak sesuai dengan kisi-kisi dan materi yang diajarkan di sekolah.
 
Hal tersebut dikatakan Bamsoet, begitu dia akrab disapa, merepon reaksi Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang mempertanyakan fungsi Ujian Nasional (UN), Senin (16/4/2018).
 
Reaksi FSGI itu muncul karena soal UNBK terlalu sulit, terutama mata pelajaran matematika karena tidak sesuai dengan kisi-kisi dan mata pelajaran yang diberikan kepada siswa di sekolah.
 
Terkait keluhan FSGI tersebut, Bamsoet melalui Komisi X DPR (membidangi pendidikan) meminta Kemendikbud untuk memberikan penjelasan secara terbuka terkait materi soal Matematika UNBK yang tidak sesuai dengan kisi-kisi dan materi yang pernah diajarkan kepada para siswa.
 
"Melalui Komisi X DPR, saya juga meminta Kemendikbud untuk mengkaji kembali standar nasional pendidikan, terutama terkait mata uji matematika dengan melibatkan FSGI dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)," jelas Bamsoet.
 
Bamsoet juga meminta Komisi X DPR mendorong Kemendikbud dalam penyusunan soal UN harus sesuai dengan cakupan materi pada simulasi UN dan uji coba UN.
 
Kepada sekolah-sekolah, Bamsoet juga mengimbau untuk memberikan konseling terhadap siswa yang mengalami tekanan psikologis setelah mengikuti UNBK. 
 
 
Reporter: Syafril Amir
Editor: Rico Mardianto
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Selasa,24 April 2018 - 22:57:30 WIB

Lanud Kerahkan 172 Personel Simulasi Force Down

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru menggelar simulasi penurunan paksa pesawat asing yang secara ilegal melintasi wilayah udara Indonesia atau force down. Kegiatan yang merupakan bagian dari latihan rutin tempur tahunan Bidogesit 2018 ini melibatkan 172 personel dan seluruh unsur militer yang ada di Lanud Rsn Pekanbaru.