Polisi Masih Selidiki Kasus Pembunuhan Sadis di Jalan Tanjung Datuk

Cetak Minggu,15 April 2018 | 20:42:50 WIB
Polisi Masih Selidiki Kasus Pembunuhan Sadis di Jalan Tanjung Datuk
Ket Foto : Ilustrasi
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Sepakan pasca pengungkapan kasus pembunuhan di Jalan Tanjung Datuk, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, dengan korbanya Paulus Lawalata (72), hingga saat ini Tim Gabungan Opsnal Polresta Pekanbaru dan Polsek Limapuluh masih terus memburu pelaku. 
 
Sejumlah penyelidikan dilakukan pihak kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku, seperti memeriksa ulang lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi, namun belum juga membuahkan hasil.
 
Tidak hanya penyelidikan dari Polsek Limapuluh dan Polresta Pekanbaru, jajaran Ditkrimum Polda Riau juga turun tangan ambil bagian untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.
 
"Kasus ini masih penyelidikan, belum terlihat titik terangnya," kata Kapolsek Limapuluh Kompol Angga R Herlambang melalui Kanit Reskrim Polsek Limapuluh Ipda Abdul Halim saat dikonfirmasi Riaumandiri.co, Ahad (18/04). 
 
Paulus Lawalata dibunuh orang tak dikenal itu. Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Riau serta jajaran Opsnal Polsek Limapuluh telah melakukan olah tempat kejadian perkara ulang, Rabu (11/04) lalu.
 
Pada olah TKP tersebut petugas langsung didampingi keluarga korban. Para petugas berpakaian sipil dan preman menelusuri setiap ruangan rumah yang terletak di Jalan Tanjung Datuk, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh.
 
Dalam giat itu petugas tidak ada mengamankan barang bukti dari dalam rumah korban. Petugas hanya melakukan pengecekan ulang atau olah tkp ulang di lokasi.
 
Reporter: Anom Sumantri
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Selasa,24 April 2018 - 22:57:30 WIB

Lanud Kerahkan 172 Personel Simulasi Force Down

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru menggelar simulasi penurunan paksa pesawat asing yang secara ilegal melintasi wilayah udara Indonesia atau force down. Kegiatan yang merupakan bagian dari latihan rutin tempur tahunan Bidogesit 2018 ini melibatkan 172 personel dan seluruh unsur militer yang ada di Lanud Rsn Pekanbaru.