Fahri Hamzah: Indonesia Butuh Pemimpin Baru

Fahri Hamzah: Indonesia Butuh Pemimpin Baru
RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan bahwa bangsa Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin baru. Karena itu dia mendorong kader-kader muda potensial di partai politik untuk maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.
 
Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, saat ini rakyat menghadapi berbagai masalah karena negeri ini dikelola dengan narasi yang gamang, seperti slogan 'kerja, kerja, kerja' tanpa perencanaan dan agenda yang jelas di masa depan. 
 
"Kita seperti berjalan hanya untuk hari ini dan kepentingan jangka pendek. Pembangunan infrastruktur telah dijadikan simbol keberhasilan penguasa saat ini sehingga tak menghiraukan program keberhasilan yang telah dicapai penguasa sebelumnya," katanya, Kamis (1/2/2018).
 
Rakyat, menurut Fahri, telah diabaikan dan menjadi korban pencitraan. Di lain sisi, banyak oknum dan pihak-pihak tertentu mendapatkan jatah pengelolaan SDA yang melimpah. 
 
"Rakyat telah mengeluh akan situasi hidup sehari-hari. Program Nawacita yang menjadi konsep dasar pembangunan dalam kampanye dan menjadi cita-cita mulia, mulai redup dari telinga kita," ucapnya.
 
Bahkan, Fahri melihat kesenjangan ekonomi terjadi melebar dan terus melebar, termasuk, pembelahan akibat pilihan politik pun terjadi yang ironisnya, negara menjadi aktor pemicu pembelahan. Isu radikalisme dan ekstremisme adalah strategi kaum populis di pra-pertarungan elektoral Eropa dan Amerika sekarang ini akan diujicobakan.
 
"Di Asia, juga Indonesia. rakyat menderita. Maka itulah, rakyat hari ini butuh makan, sandang dan pangan. Juga butuh kepastian dan harapan, mereka ingin diperhatikan layaknya manusia yang beradab dan merdeka di negeri yang kaya raya ini," katanya.
 
Karenanya, Fahri tidak memungkiri kalau rakyat ingin semua pemimpinnya bersatu dalam ikatan kebangsaan, juga butuh pemimpin yang dapat mewujudkan janji dan cita-cita kemerdekaan. 
 
"Pemimpin yang tahu tentang apa yang dirasakan dan merasakan apa yang diinginkan. Mereka ingin merdeka dari berbagai penderitaan dan tekanan berbagai dimensi kehidupan," ujar Fahri.
 
Karena itu, Fahri Hamzah mendorong tokoh-tokoh muda berpotensi yang ada di partai politik (parpol) atau anggota parpol agar mau maju menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. 
 
“Kita tahu kombinasinya nanti cuma empat, maksimal kandidat. Tetapi, dengan mendorong mereka semua mau menjadi capres, itu artinya kita mendorong mereka terbuka tentang rencana mereka memimpin bangsa kita,” kata Fahri.
 
Dengan munculnya tokoh-tokoh muda ini, menurut Fahri, maka bangsa ini punya banyak orang dengan banyak rencana. Tetapi jika tidak, begitu kontestasinya nanti tidak ada. 
 
“Kalau orang hanya mendorong dirinya menjadi wakil, itu kan artinya tidak ada kontestasi dan hanya mengikuti agenda orang yang sudah ada,” ucapnya.
 
Padahal, menurut politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, dalam pilpres mendatang memerlukan perdebatan yang fresh tentang rencana baru, inisiatif baru, termasuk rancangan baru dalam menghadapi Indonesia yang persoalannya makin lama makin kompleks.
 
“Ini hikmahnya. Makanya, partai yang sepuluh ini ada baiknya kalau semua orang partainya memakai partainya meskipun tiketnya tidak utuh, karena tidak satu pun partai yang tiketnya utuh tapi mereka berani mencalonkan diri menjadi capres. Itu yang kita tunggu,” tantang Fahri Hamzah. 
 
Reporter:  Syafril Amir
Editor:  Rico Mardianto