Ini Harus Dilakukan untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Inhil

Cetak Sabtu,27 Januari 2018 | 10:23:03 WIB
Ini Harus Dilakukan untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Inhil
Ket Foto :
RIAUMANDIRI.CO, TEMBILAHAN - Selain melakukan pendampingan, kritikan dan masukan dari masyarakat dinilai sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Indragiri Hilir. 
 
Demikian disampaikan Subowo Radianto salah satu Tim Pendamping Agreditasi yang dibentuk Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama dr Iswandi dan Azmir, ketika dijumpai wartawan. Oleh karena itu katanya, setiap Puskesmas telah disediakan kotak kritik dan saran bagi masyarakat yang datang ke Puskesmas. 
 
"2019 nanti juga akan ada penilaian kembali untuk tahap kedua akreditasi Puskesmas. Jadi kami sudah memulai persiapan, dengan melaksanakan pendampingan dan mengadakan pelatihan serta melaksanakan evaluasi," ungkapnya, belum lama ini. 
 
Subowo yang juga merupakan Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan ini menambahkan, dengan adanya pendampingan dan masukkan dari masyarakat, diharapkan mampu mendongkrak mutu pelayanan kesehatan. 
 
"Kita kan terus berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan serta melaksanakan tugas pendampingan, khususnya Puskesmas Tembilahan Kota dan Tembilahan Hulu, agreditasinya bisa naik dari Madya ke Utama/Paripurna," ujarnya lagi. ***
 
 
Reporter : Ramli Agus
Editor      : Mohd Moralis
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 09:35:01 WIB

Bos LG Group Tutup Usia

RIAUMANDIRI.CO, SEOUL - CEO LG Group, Koo Bon-moo, meninggal dunia di usia 73 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama satu tahun. Selama setahun, Koo telah menjalani berbagai operasi, tetapi seorang sumber enggan menyebutkan penyakit yang diderita oleh pebisnis tersebut.

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.