Infrastruktur Jalan dan Jaringan Komunikasi Desa Pinggiran Sangat Memprihatinkan

Cetak Jumat,26 Januari 2018 | 04:16:14 WIB
Infrastruktur Jalan dan Jaringan Komunikasi Desa Pinggiran Sangat Memprihatinkan
Ket Foto : Kades Sungai Besar, Raflis beserta Perangkat Desa (Foto: RMC/Suandri)
RIAUMANDIRI.CO, TELUK KUANTAN - Sejak memisahkan diri pada tahun 1999 silam dari Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus menunjukkan kemajuan yang segnifikan. Namun, siapa sangka saat ini masih banyak warganya terutama di daerah pinggiran belum merasakan kemajuan tersebut.
 
Seperti di Desa Sungai Besar, Kecamatan Pucuk Rantau. Desa yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Kota Teluk Kuantan ini, didapati ribuan masyarakat yang masih sulit berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan ponsel. Hal ini lantaran jaringan seluler hilang timbul. Minimnya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah memaksa warga untuk menggunakan fasilitas seadanya.
 
Pemandangan memprihatinkan terlihat pada pagi dan siang hari. Beberapa warga, baik pria maupun wanita, beranjak menuju ke salah satu tempat tertentu mencari signal untuk berkomunikasi dengan teman dan sanak saudara yang ada di daerah lain.
 
Tanpa memperdulikan panasnya terik matahari, mereka langsung bersuka ria dengan senang hati karena menemukan signal yang dicari. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, mereka pun langsung mempergunakan ponselnya. Dengan mimik wajah senang mereka tampak asik bercakap dengan teman bicaranya diujung sambungan telepon.
 
"Ya beginilah suasana di Desa kami. Desa Sungai Besar ini kan jauh di pinggir kota kabupaten (kota Teluk Kuantan). Sudah bertahun tahun kami belum menikmati fasilitis jaringan telepon yang layak seperti di kota sana," sebut Kades Sungai Besar, Raflis saat bincang-bincang dengan Riaumandiri.co di kantornya, Kamis (25/01).
 
Tidak hanya fasilitas jaringan telepon, bahkan kata Raflis, jalan di desa tersebut juga rusak parah. Puluhan tahun masyarakat di desa tersebut mendambakan perbaikan jalan. Padahal, kekayaan alam yang berasal dari desa itu cukup melimpah.
 
Bagaimana tidak, umumnya masyarakat di tempat itu memiliki kebun karet dan kelapa sawit. "Mulai dari jalan, hingga keperluan fasilitas jaringan komunikasi, kurang mendapat perhatian dari pemerintah," ujarnya.
 
Dia mengatakan, warga di desa itu sudah berulang-ulang mengajukan permohonan kepada pemerintah agar memperbaiki badan jalan, namun hingga saat ini tidak dapat tanggapan dari Pemkab Kuansing. Menurutnya, untuk memasarkan hasil alam, warga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
 
Dia menyakini, apabila jalan menuju tempat tersebut diperbaiki, maka ekonomi masyarakat di Desa tersebut akan meningkat. "Masyarakat di desa ini berharap agar pemerintah memperbaiki badan jalan, sehingga masyarakat merasakan dampak pembangunan," tandasnya.
 
Sementara pengakuan Elvisman (30) salah seorang warga setempat, dikarenakan infrastruktur jalan banyak yang rusak, membuat dia dan warga lain lebih memilih berbelanja kebutuhan rumah tangga ke daerah Sitiung (Dharmasraya-Sumbar).
 
Menurutnya, kondisi tersebut terpaksa mereka lakukan karena jalan menuju Sitiung sudah beraspal mulus. "Kalau belanja kebutuhan sembako atau kebutuhan lainnya, saya dan warga lainnya disini lebih memilih ke daerah tetangga (Sitiung), karena jalannya diaspal mulus. Jadi kami berkendara terasa nyaman dan dekat," ujar dia.
 
Dia berharap agar pemerintah menyediakan fasilitas infrastruktur di kampungnya, sehingga mereka tidak lagi merasakan ketidak merataan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah.
 
Reporter: Suandri
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...