Cahaya Terang pada Perekonomian 2018

Sabtu,20 Januari 2018 | 10:40:47 WIB
Cahaya Terang pada Perekonomian 2018
Ket Foto : Dr Irvandi Gustari (Dirut Bank Riau Kepri)
Oleh : Dr Irvandi Gustari (Dirut Bank Riau Kepri)
 
Walaupun banyak yang pesimis terkait prospek bisnis pada tahun 2018, namun bila kita gali lebih dalam maka sudah sepatutnya kita tumbuhkan rasa optimis kita untuk tahun 2018. 
 
Sebab, ada sejumlah event yang tidak bisa kita anggap remeh yang justru akan menjadikan ekonomi bertumbuh yaitu:1). Event Pilkada pada periode Januari–Juni 2018, 2). Event Piala Dunia pada periode Juni–Juli 2018, 3). Event Bulan Ramadan pada periode Mei–Juni 2018, 4). Event Asian Games pada periode Agustus September 2018, 5). Event Pilpres pada periode Agustus–Desember 2018. Jadi ada 5 event yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan ke semuanya itu berskala besar.
 
Memang sewaktu pemerintah mengumumkan angka target pertumbuhuan ekonomi yang dicanangkan oleh pihak pemerintah, memang nyatanya lebih tinggi yaitu tumbuh 5,4% di tahun 2018, bandingkan dengan tahun 2017, yang ditarget hanya sebesar 5,2%. 
 
Kita akui banyak pihak yang pesimis dan ada juga yang menjadi skeptis dengan adanya ke akuan dari pernyataan pihak pemerinah bahwa angka pertumbuhan yang dicetak Indonesia termasuk yang tertinggi dibanding negara-negara lainnya. 
 
Acuan dari pernyataan itu mengacu kepada bahwa dunia mengalami pertumbuhan ekonomi paling tinggi 3,6% setelah krisis ekonomi global. Sementara, negara-negara berkembang mencatat pertumbuhan 4,2% dan negara maju tumbuh 2,2%.
 
Data ini sepertinya melambungkan hati dan perasaan kita, seolah-olah negara kita ini adalah negara yang paling optimis dan matang dalam menyikapi krisis global. 
 
Ya boleh saja berbeda pendapat, namun rasanya yang telah dilakukan oleh pihak pemerintah memang sudah lengkap.
 
Secara angka mutlak adalah benar bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi yang direncanakan sebesar 5,4% tersebut. Memang secara angka persentase jauh lebih unggul dibandingkan negara berkembang lainnya dan juga dibandingkan negara-negara maju lainnya. 
 
Tapi jangan lupa bahwa secara volume transaksi dan nominal mutlak kendati dengan angka pertumbuhan yang relatif lebih rendah, namun nilai mutlaknya bisa berpuluh kali lipat dari volume transaksi yang dilakukan oleh Indonesia. 
 
Namun kita semua tentunya ada baiknya tidak terjebak pula sibuk memperdebatkan hal ini, yang paling penting bagaimana kita yakin bahwa kita bisa tumbuh perekonomiannya pada tahun 2018 sesuai dengan rencana pihak pemerintah yaitu sebesar 5,4%.
 
Ada beberapa kilas balik yang bisa kita lihat bahwa ternyata adalah benar 5 Even besar pada taun 2018 itu, bisa mengangkat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia, yang akan diuraikan secara singkat pula lebih lanjut.
 
Mengutip dari beberapa pemberitaan pada tahun 2014 yang lalu, terungkap bahwa momen Piala Dunia 2014 dan pemilu yang lalu tersebut, event itu meningkatkan konsumsi kopi sekitar 30%. 
 
Lebih lanjut pada tahun 2018 ini, dari salah satu produsen penjualan produk makanan dan minuman GarudaFood, seperti minuman dalam kemasan sampai kacang kacangan menurut pihak manajemennya diperkirakan meningkat 15 persen di momen pemilihan kepala daerah (pilkada) dan piala dunia.
 
Begitu pula seperti yang dikutip dari berbagai pemberitaan pada tahun 2014 di mana ada event Piala Dunia juga, di mana menurut pihak produsen Extra Joss saat itu karena momen Piala Dunia itu menjadikan aktivitas yang membuat masyarakat sangat antusias, dan ternyata berdampak pada bisnis minuman berenergi pada saat itu bisa tumbuh di level 20 persen untuk produk-produk mereka yang memanfaatkan ajang piala dunia tersebut.
 
Ada pula yang menarik untuk dicermati, adanya pernyataan dari Ketua Umum Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) yaitu Roy N Mandey pada awal Januari 2018 lalu. 
 
Dikatakan Roy, bahwa para pengusaha ritel modern optimistis bahwa tahun 2018 ini merupakan tahun kebangkitan bisnis ritel di Indonesia dan adanya momen pilkada serentak di 171 daerah yang akan berlangsung tahun ini, dipercaya akan mendongkrak tingkat konsumsi. 
 
Hal itu akan terasa pada masa kampanye, di mana kebutuhan makanan dan minuman kemasan akan mengalami peningkatan signifikan sehingga mendorong kinerja bisnis ritel di tanah air. Jadi oleh Aprindo menjadikan momen Pilkada ini sebagai satu kesempatan bagus untuk tahun ini. 
 
Namun ada catatan dari Aprindo bahwa hal itu semuanya bisa terwujud bilamana tidak ada tokoh kontroversi, dan masyarakatnya tidak dibelah-belah. Yah, memang ada syaratnya ya.
 
Setelah membaca uraian diatas secara komprehensif, maka sebenarnya kita harus segera merubah mindset kita, bahwa ternyata di tahun 2018 ini, banyak sekali peluang yang bisa kita ambil untuk meraih suksesnya bisnis. Jadi? Kita harus optimis pada 2018. ***
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR