Zulaikhah Wardan Lantik Pengurus Muslimat NU Tempuling

Cetak Rabu,17 Januari 2018 | 18:13:12 WIB
Zulaikhah Wardan Lantik Pengurus Muslimat NU Tempuling
Ket Foto : Zulaikhah Wardhah lantik pengurus Muslimat NU Tempuling.
RIAUMANDIRI.CO, TEMBILAHAN - Ketua Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Zulaikhah Wardan melantik pengurus pimpinan anak cabang (PAC) dan ranting Muslimat NU se-Kecamatan Tempuling, Sungai Salak, Rabu (17/1/2018) siang.
 
Pelantikan tersebut disaksikan oleh Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan dan sejumlah perangkat kecamatan dan desa se-Kecamatan Tempuling.
 
Zulaikhah Wardan mengatakan, pengurus PAC dan ranting Muslimat NU merupakan kepengurusan ke-15 di tingkat kecamatan yang dilantik.
 
"Pelantikan Muslimat NU di tingkat Kecamatan, desa atau kelurahan adalah salah satu program dari Cabang Muslimat NU Inhil sejak awal dilantik pada akhir tahun 2016. Insya Allah, masih akan dilanjutkan dengan kepengurusan, Enok, Kempas, Tanah Merah dan Sungai Batang," ungkap Zulaikhah Wardan.
 
PC Muslimat NU Inhil, diungkapkan Zulaikhah Wardan menargetkan, prosesi pelantikan Muslimat NU di tingkat kecamatan, desa, atau kelurahan akan rampung di akhir Januari mendatang.
 
Sebelum pelantikan dilakukan, Zulaikhah Wardan menyerahkan buku Pedoman Organisasi dan Administrasi Muslimat NU (POAM NU) kepada Ketua PAC Muslimat NU, dan masing-masing ketua ranting Muslimat NU se-Kecamatan Tempuling.
 
Untuk itu, dalam sambutannya, Zulaikhah Wardan mengimbau kepada Ketua beserta pengurus PAC dan ranting Muslimat NU agar mempelajari dan memahami konten dari Buku POAM NU guna merumuskan program kerja organisasi di wilayah masing-masing.
 
"Setelah menerima buku (POAM NU), pelajari dan pahami isinya. Lantas, buat program yang berpedoman dengan buku itu. Jangan yang muluk - muluk. Cukup dengan program, seperti mengadakan pengajian yamg diisi dengan ceramah agama dan lain sebagainya," imbau Zulaikhah Wardan.
 
Selanjutnya, Zulaikhah Wardan menegaskan di hadapan hadirin, bahwa Muslimat NU merupakan organisasi sosial-keagamaan dan bukan organisasi politik.
 
"Saya mendengar ada yang mengatakan Muslimat NU sebagai organisasi politik dan mengaitkan dengan penyelenggaraan pilkada serentak di Riau. Itu salah besar, Muslimat NU adalah organisasi sosial terpusat yang bergerak di bidang keagamaan dengan dipimpin Ketua Umumnya Khofifah Indar Parawansa," tegasnya. 
 
Sebagai organisasi sosial yang bergerak di bidang keagamaan, Zulaikhah Wardan mengatakan, seyogyanya Muslimat NU merumuskan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Selain itu, Muslimat NU diharapkan juga dapat berjalan selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Inhil yang serupa.
 
"Perlu adanya sinergitas antara Muslimat NU dengan Pemerintah Kabupaten Inhil yang tentunya bergerak di bidang keagamaan. Sehingga, tujuan yang diinginkan dapat tercapai," tandas Zulaikhah Wardan.(adv) 
 
Reporter:  Ramli Agus
Editor:  Rico Mardianto
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 09:35:01 WIB

Bos LG Group Tutup Usia

RIAUMANDIRI.CO, SEOUL - CEO LG Group, Koo Bon-moo, meninggal dunia di usia 73 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama satu tahun. Selama setahun, Koo telah menjalani berbagai operasi, tetapi seorang sumber enggan menyebutkan penyakit yang diderita oleh pebisnis tersebut.

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.