Rimbamelintang, Terbanyak Alih Fungasi Lahan

Rimbamelintang, Terbanyak Alih Fungasi Lahan

BAGANSIAPIAPI (HR)- Dinas Pertanian dan Peternakan Rokan Hilir mendata, alih fungsi lahan terbesar terdapat di Kecamatan Rimbo Melintang. Selama rentang 10 tahun areal pertanian menyusut 6 ribu hektare.

"Arealnya beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, pemukiman dan lainnya. Dan kini luas areal persawahan hanya tinggal 949 hektar saja," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Rohil, Ir Muslim, kemarin.

Upaya untuk meningkatkan produksi pertanian di kecamatan tersebut tidak bisa lagi dilakukan dengan perluasan areal tanaman namun memaksimalkan potensi pertanian misalnya dengan menerapkan panen mencapai tiga kali dalam setahun yang didukung dengan adanya pompanisasi yang terletak di kepenghuluan Jumrah, Rimba Melintang.

Selain di Rimba Melintang, persoalan alih fungsi lahan yang luas terjadi di kecamatan Bangko. Dalam waktu sekitar 10 tahun, seluas 3.000 hektar sawah telah dialihfungsikan. Begitu juga di kecamatan Kubu, yang ditaksir seluas 5.600 hektare telah berganti dengan mayoritas kepada tanaman sawit.

Saat ini di Kabupaten Rohil diperkirakan hanya tersedia belasan. Ribu hektare areal sawah yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Bangko, Sinaboi, Bangko Pusako, Rimba Melintang,Tanah Putih, Pasir Limau Kapas, Kubu, Bagan Sinembah. Di kecamatan Tanah Putih menurut Muslim, justru terdapat lahan yang belum bisa dimanfaatkan sekitar 142 hektare karena kondisinya status quo karena masalah tumpang tindih lahan.

"Di Bagansinembah diperkirakan akan berhasil tapi perlu didukung dengan normalisasi yang baik, di Sinaboi terjadi perkembangan signifikan terutama di Kepenghuluan Darusslaam dan begitu juga di daerah Raja Bejamu, Sinaboi," imbuhnya. (zmi)