Terkait Rusaknya Jalan Menuju Candi Muara Takus, Kejati Riau dan Kejari Kampar 'Buang Badan'

Rabu,10 Januari 2018 | 18:03:29 WIB
Terkait Rusaknya Jalan Menuju Candi Muara Takus, Kejati Riau dan Kejari Kampar 'Buang Badan'
Ket Foto : Jalan menuju Candi Muara Takus yang amblas akhir tahun lalu.
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Dua institusi Kejaksaan di Riau saling 'buang badan' dalam menangani perkara dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Kota Pekanbaru menuju tempat wisata Candi Muara Takus. Dua institusi tersebut yakni Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar.
 
Seperti diketahui, infrastruktur jalan yang berada tepatnya di kilometer 4 Pematang Kuras, Desa Binamang Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, tiba-tiba amblas sekitar 1 meter ke bawah dengan panjang 20 meter, Senin, 25 Desember 2017 lalu.
 
Akibatnya, akses jalan dari Bangkinang menuju beberapa desa, yaitu, Desa Pongkai, Koto Tuo, Koto Tuo Barat, Muara Takus, Gunung Bungsu dan 6 Desa di Kecamatan Koto Kampar Hulu, menjadi terganggu.
 
Sebelumnya Kejati Riau pernah mengatakan akan mendalami dengan mengumpulkan bahan dan keterangan untuk mengetahui penyebab rusaknya jalan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau itu.
 
Hal itu sebagaimana diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau, Muspidauan, kepada Riaumandiri.co, akhir tahun lalu.
 
"Akan dilakukan penyelidikan. Terbukti tidak terbukti kan kita belum tahu. Kita akan lakukan pengumpulan data," ungkap Muspidauan.
 
Sebagai langkah awal, katanya, tentu akan ada Surat Perintah Tugas untuk melakukan pengusutan peristiwa itu. Berangkat dari Sprintug tersebut, tim akan bekerja dengan mengumpulkan data-data dan informasi.
 
"Akan ada Printug lah. Perintah tugas untuk mengumpulkan data-data dan informasi. Untuk mengetahui penyebabnya apa, apakah karena kualitas, apakah karena faktor alam," lanjut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Pekanbaru itu. "Bagaimana nanti hasilnya, tentu akan kita tindaklanjuti," lanjutnya.
 
Dikonfirmasi lebih lanjut, Muspidauan mengatakan penanganan perkara ini telah dilimpahkan ke Kejari Kampar. Hal itu mengingat lokasi objek yang diusut berada di Kabupaten Kampar.
 
"Itu kita serahkan ke Kejari Kampar. Karena itu masuk wilayah dia," ujar Muspidauan, Selasa (9/1/2018) kemarin.
 
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kampar, Devitra Romiza, mengaku pihaknya belum menerima pelimpahan penanganan perkara itu dari Kejati Riau. Hal itu juga telah dikonfirmasinya ke Kepala Kejari (Kajari) Kampar.
 
"Saya konfirmasi ke Pak Kajari terkait hal tersebut, belum diterima. Pimpinan. Biasanya kalau ada penyerahan dari Kejati setahu saya ada surat atau perintah secara lisan dari Pimpinan (Kejati Riau,red) kepada kita. Cuma sejauh ini tadi saya konfirmasi, belum," kata Devitra saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (10/1).
 
Lebih lanjut, Devitra mengatakan berdasarkan yang ia terima, pihak Kejati Riau sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). "Karena saya dapat kabar dari Pimpinan seperti itu secara lisan, karena Kejati sudah melakukan pemantauan. Nanti dobel (kalau Kejari Kampar juga menangani perkara itu). Itu saja. Jadi kami sifatnya menunggu," pungkas Devitra.
 
Sementara itu dari informasi yang dihimpun, ruas jalan itu dibangun oleh Dinas PUPR Riau pada 2016 dan 2017. Namun belum diketahui jalan yang rusak tersebut dibangun kapan. 
 
Dari informasi masyarakat di sana, terakhir jalan tersebut diketahui baru saja selesai diaspal pada Oktober 2017 lalu. Sesuai dengan plang proyek, terlihat jalan ini dikerjakan oleh PT Putra Adibana. Masih menurut keterangan warga, jalan ini sudah dua kali mengalami amblas.
 
Reporter:  Dodi Ferdian
Editor:  Rico Mardianto
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Senin,22 Januari 2018 - 22:24:03 WIB

Baru Dikeluarkan, Poniman Kembali Ditangkap Polresta Pekanbaru

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Poniman (46) tidak dapat menikmati 'kemenangan' pasca dikeluarkan Jaksa dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Pekanbaru pascaputusan hakim yang menerima eksepsinya. Baru beberapa menit menghirup udara bebas, pesakitan kasus dugaan pemalsuan SKGR lahan di Jalan Pramuka Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru itu, kembali ditangkap Satreskrim Polresta Pekanbaru.