Banjir di Pangkalan, Kapolres Kampar Imbau Pengemudi Lewati Jalur Alternatif

Cetak Sabtu,30 Desember 2017 | 16:39:54 WIB
Banjir di Pangkalan, Kapolres Kampar Imbau Pengemudi Lewati Jalur Alternatif
Ket Foto : Banjir akibat meluapnya Batang Maek, menggenangi ruas jalan di Pangkalan Koto Baru, Sumatera Barat. (Foto: RMC/IST)
RIAUMANDIRI.CO, KAMPAR - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, sejak Jumat sore (29/12/2017), menyebabkan banjir dan longsor.
 
Akibatnya, akses jalan lintas Sumbar - Riau kembali tak bisa dilewati karena luapan air dari Batang Maek, mencapai ketinggian lebih dari 50 sentimeter. "Tadi malam putus karena longsor di Kelok Ulu Aia. Pagi ini, banjir melanda Pangkalan Koto Baru," ujar Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten 50 Kota, Rahmadinol, Sabtu (30/12/2017).
 
Sementara itu, Kapolres Kampar, AKBP Deni Okvianto, SIK, MH, yang dihubungi riaumandiri.co, Sabtu sore (30/12/2017), mengimbau para pengemudi yang akan melintasi Pangkalan untuk mencari alternatif jalan lain, seperti ke Kiliran Jao dan melintas di waktu lain. Sebab, hingga kini air masih menggenang di ruas jalan di Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Sumbar.
 
"Saya dapat informasi dari Kasat Lantas Polres 50 Kota, luapan sungai menyebabkan tergenangnya air di Pangkalan. Namun informasi terakhir, kendaraan dengan spesifikasi tinggi bisa melewati, namun untuk kendaraan kecil apabila melewati genangan air bisa riskan," terang Kapolres. ***
 
 
Reporter : Ari Amrizal
Editor     : Mohd Moralis
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 09:35:01 WIB

Bos LG Group Tutup Usia

RIAUMANDIRI.CO, SEOUL - CEO LG Group, Koo Bon-moo, meninggal dunia di usia 73 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama satu tahun. Selama setahun, Koo telah menjalani berbagai operasi, tetapi seorang sumber enggan menyebutkan penyakit yang diderita oleh pebisnis tersebut.

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.