2018, Pemkab Kampar Implementasikan Transaksi Non-tunai

Cetak Jumat,29 Desember 2017 | 17:52:07 WIB
2018, Pemkab Kampar Implementasikan Transaksi Non-tunai
Ket Foto : Bupati Kampar Azis Zaenal membuka sosialisasi transaksi non-tunai dan e-payment yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bupati Kampar, Jumat (29/12/2017).
RIAUMANDIRI.CO, BANGKINANG KOTA - Mulai Januari 2018 mendatang, Pemerintah Kabupaten Kampar akan mengimplementasikan transaksi non-tunai dan e-payment.
 
"Transaksi non-tunai dan e-payment tersebut dilakukan untuk pembayaran seluruh gaji, SPPD, honor, LS , GU dan lain-lain," ujar Bupati Kampar Azis Zaenal ketika membuka sosialisasi transaksi non-tunai dan e-payment yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bupati Kampar, Jumat (29/12/2017). 
 
Bupati mengatakan transaksi non-tunai dan e-payment bertujuan untuk membersihkan Kabupaten Kampar dari potong memotong dana agar anggaran yang dicairkan bisa diterima langsung oleh pihak yang bersangkutan melalui rekening. 
 
"Kita berharap Kampar benar-benar bersih dan transparan, mari kita ubahlah cara pikir agar Kabupaten Kampar bisa maju sebagaimana yang kita harapkan," ucapnya.
 
Bupati juga menjelaskan, untuk penggunaan sistem ini, Pemda Kampar melibatkan seluruh aspek yang bertujuan mempercepat seluruh proses pencairan. Ia juga menekankan jangan sampai sistem ini memperlambat kerja tapi diharapkan mempermudah kinerja dengan regulasi dan sistem pembayaran yang jelas.
 
“Tujuan kita adalah menyelamatkan anggaran, bagaimana keuangan kita ini sampai pada sasarannya, dan di sini peran bank sangat luar biasa," ujar Azis.
 
Pada kesempatan tersebut, Kasubag wilayah III Direktorat Bina Kemendagri mengatakan bahwa, untuk implementasi e-payment baru dua daerah yang mempunyai ide untuk implementasi tersebut, yakni Kampar dan Surabaya. Untuk e-payment seluruh SKPD akan bertanggung jawab penuh untuk menyelesaikan SPJ di SKPD masing-masing. 
 
"Saya menyambut baik semangat dari Kabupaten Kampar dalam implementasi non-tunai ini dengan menjadikan Kabupaten Kampar sebagai daerah percontohan untuk transaksi non-tunai yang merupakan pencegahan terjadinya korupsi," ungkapnya.
 
Reporter:  Ari Amrizal
Editor:  Rico Mardianto
 
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 09:35:01 WIB

Bos LG Group Tutup Usia

RIAUMANDIRI.CO, SEOUL - CEO LG Group, Koo Bon-moo, meninggal dunia di usia 73 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama satu tahun. Selama setahun, Koo telah menjalani berbagai operasi, tetapi seorang sumber enggan menyebutkan penyakit yang diderita oleh pebisnis tersebut.

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.