Jalan Menuju Candi Muara Takus Amblas, Gubri Langsung Perintahkan Dinas PUPR Atasi Hari Ini Juga

Cetak Senin,25 Desember 2017 | 18:24:34 WIB
Jalan Menuju Candi Muara Takus Amblas, Gubri Langsung Perintahkan Dinas PUPR Atasi Hari Ini Juga
Ket Foto : Pekerja menimbun jalan yang amblas dengan material batu.
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengatasi jalan akses menuju kawasan wisata Candi Muara Takus, yang amblas pagi tadi, Senin (25/12/2017).
 
"Iya, sudah saya perintah Pak Dadang Kadis PUPR untuk segera mengatasi jalan yang amblas tersebut agar bisa pulih dan bisa dilalui masyarakat," ujar Gubernur Riau, Senin, (25/12/2017).
 
Dijelaskan Gubri, upaya tanggap respon tersebut memang perlu dilakukan agar ruas utama menuju kawasan wisata Candi Muara Takus lancar kembali. Apalagi, saat ini sedang memasuki musim liburan sekolah dan Natal serta tahun baru. 
 
Sementara itu Kadis PUPR Riau Dadang Eka Purwanto mengatakan, jalan akses yang amblas itu tepatnya pada ruas Simpang Batu Bersurat - Muara Takus tepatnya di Desa Binamang Kecamatan XIII Koto Kampar. Jalan yang  amblas sepanjang 20 meter dengan kedalaman satu meter terjadi pada saat hujan deras sekitar pukul 04.00 WIB pagi tadi.
 
Amblasnya jalan ini memutus akses jalan dari Bangkinang ke Desa Pongkai, Koto Tuo, Koto Tuo Barat, Muara Takus, Gunung Bungsu dan enam Desa di Koto Kampar Hulu. 
 
"Penanganan sementara penimbunan dengan material pasir dan batu serta pengerahan ekskavator," ujar Dadang. 
 
Dadang menambahkan, pihaknya berupaya menyelesaikan penimbunan jalan amblas tersebut hari ini juga agar bisa langsung dilalui kembali oleh masyarakat.
 
Saat ini jalan ruas tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.
 
Reporter:  Nurmadi
Editor    :  Rico Mardianto
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 09:35:01 WIB

Bos LG Group Tutup Usia

RIAUMANDIRI.CO, SEOUL - CEO LG Group, Koo Bon-moo, meninggal dunia di usia 73 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama satu tahun. Selama setahun, Koo telah menjalani berbagai operasi, tetapi seorang sumber enggan menyebutkan penyakit yang diderita oleh pebisnis tersebut.

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.