Ribut, Tim Dayung Baboko D'Lounge B.C - B WO

Kamis,21 Desember 2017 | 11:38:45 WIB
Ribut, Tim Dayung Baboko D'Lounge B.C - B WO
Ket Foto : Manajer tim dayung Baboko D'Lounge B.C - B bersama official menyampaikan protes kepada panitia, yang langsung ditanggapi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Dr Fauzi Asni. (Foto: RMC/Abdus Salam)
RIAUMANDIRI.CO, SIAK - Manajer tim dayung  Dayung Baboko D'Lounge B.C - B Yusni IB mengaku kecewa dengan keputusan panitia. Protes itu berlangsung jelang laga semi final Siak Internasional Serindit Boat Race Open Tournament 2017, Kamis (21/12/17). 
 
Perundingan nampaknya tidak membuahkan hasil, seluruh kru Dayung Baboko D'Lounge B.C - B mundur dari hadapan panitia sembari membanting-banting kursi, serta mengobrak-abrik baner yang dipasang di pagar turap.
 
"Peraturan sudah disepakati bersama, semua tim dayung juga setuju. Kalau ada tim yang mengambil jalur orang, dia kena disk," kata Yusni IB.
 
Yusni IB mengaku timnya dicurangi pada babak kuarter final berlaga pada race 17. "Kami di jalur 1, saat menuju finish kami diapit oleh Inhu B dari jalur 2, dan Podsi Kota Jambi  mengambil jalur kami. Dua tim ini mengambil jalur kami, sehingga kami tidak dapat jalan, seharusnya dua tim itu di-disk," tegas Yusni IB.
 
"SMU olahraga kena disk karena mengambil jalur orang, kenapa 2 tim ini tidak di-disk," tegas Yusni.
 
Awalnya Yusni menerima keputusan dewan juri dan panitia, kalau perlombaan diulang, atau semua tim dari race 17 semuanya kembali ikut bertanding. Namun kenyataan di lapangan, ada indikasi 'permainan'. "Kalau seketnya tidak diubah, kami terima. Ada kejanggalan, babak semi final ini kami dijadwalkan bertanding dengan 5 jalur. Sementara race lain hanya 4 jalur. Baru kali ini ada race memakai 5 jalur. Masalahnya lagi, sesuai seket kami seharusnya di jalur 2, namun saat mau dimulai, kami dipindah ke jalur 5, ini menandakan ada permainan," tegas Yusni.
 
Berdasarkan seket yang telah disebarkan panitia, memang benar seharusnya Dayung Baboko D'Lounge B.C - B berada di posisi jalur 2. Namun saat laga semi final, seket berubah.
 
"Protes yang kami sampaikan tidak ditanggapi, jadi kami ambil sikap mundur secara terhormat. Biar tidak dapat gelar juara," tegasnya.
 
Senada disampaikan oleh Almuzakir, ia meminta ketegasan panitia dan dewan juri. "Ini iven internasional, kenapa tidak tegas. Yang mengambil jalur orang ya wajib di-disk. Jangan ada permainan," tegas Almuzakir.
 
"Nanti kita menuntut kerugian pada panitia, kita sudah banyak mengelurkan biaya datang ke Siak. Sampai di sini dicurangi, kami dirugikan," tegas Almuzakir.
 
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Dr. Fauzi Asni mengaku sebagai panitia pihaknya telah memanggil 4 tim yang berlaga di race 17 babak kuarter final. "Race 17 tidak bisa kita putuskan siapa pemenangnya, sementara semua tim tidak mau diulang. Sehingga diambil kebijakan ke empat tim lolos ke semi final. Namun ada penambahan jalur. Race 17 kemarin yang menjadi penegasan bagi race selanjutnya, siapa yang mengambil jalur orang kena disk," tegas Fauzi Asni.
 
Race 17 kemarin merupakan laga pertama babak kuarter final. Sementara kasus memotong jalur orang pertama terjadi di race 17. "Malam tadi, kemaren kita buat rapat evaluasi, semua manajer tim kita undang. Kalau tidak terima, kenapa tidak di forum disampaikan, sudah mau bertanding baru perotes," kata Fauzi Asni. 
 
Reporter  :  Abdus Salam
Editor        :  Rico Mardianto
 
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR