Rakor Pemda Kepulauan Meranti

Hadapi Natal, Tahun Baru dan Imlek 2017, Sembako Aman, Petasan Boleh Tapi Bersyarat

Kamis,14 Desember 2017 | 17:39:59 WIB
Hadapi Natal, Tahun Baru dan Imlek 2017, Sembako Aman, Petasan Boleh Tapi Bersyarat
Ket Foto : Wakil Bupati berbicara saat berlangsungnya rapat koordinasi bersama SKPD dan tokoh masyarakat di kantor Bupati Kepulauan Meranti. (Foto: RMC/Azwin Naem)
RIAUMANDIRI.CO, MERANTI - Tak lama lagi perayaan Natal, tahun baru dan Imlek akan datang. Demi menjaga kondusifitas serta suplai kebutuhan pokok pada momen tersebut, Pemerintah Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi bersama SKPD dan instansi terkait serta tokoh masyarakat, di Aula Kantor Bupati.
 
Dalam rapat itu Pemkab Kepulauan Meranti memastikan ketersediaan sembako menghadapi Natal, tahun baru dan hari raya Imlek 2017. Seperti diketahui pada momen tersebut permintaan terhadap sembako meningkat. Selain itu, juga dibahas soal pasokan buah-buahan dari luar negeri untuk mencukupi kebutuhan Imlek serta aturan penggunaan petasan agar tidak menganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
 
Dan tak kalah penting persiapan menghadapi iven Cian Cui (perang air), sebuah Iven wisata Meranti yang terkenal hingga ke manca negara. Menurut rencana Cian Cui akan digelar saat Imlek mendatang tepatnya 16 Februari 2018.
 
Hasil rapat koordinasi itu untuk stok sembako dikatakan Wakil Bupati Said Hasyim, sangat mencukupi. Hal ini katanya, berdasarkan laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagana Meranti. "Dari laporan yang diberikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan stok sembako mencukupi," ujar Said.
 
Bea Cukai Bengkalis akan mendukung penuh suksesnya penyelenggaraan Imlek yang sudah menjadi budaya di Kepulauan Meranti. Munif, dari Bea Cukai Bengkalis, mengatakan pihaknya mendukung penuh perayaan Imlek di Kepulauan Meranti, termasuk memasok buah-buahan dari luar negeri untuk kebutuhan hari besar warga Tionghoa itu.
 
"Karena sudha menjadi budaya kami akan men-support, namun terkait dengan impor kami akan tetap awasi, demi kelancaran masukannya  buah-buahan, kami harus berkoordinasi juga dengan Balai POM dan Karantina," jelas Munif.
 
Munif juga meminta laporan dari pihak terkait, salah satunya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), terkait jenis barang apa saja yang dipasok, kuota atau jumlah yang dibutuhkan, jadwal masuknya, serta nama kapal yang membawanya. "Kami akan minta laporan lengkapnya agar bisa mengawasinya," ucap Munif.
 
Selanjutnya dikatakan Munif, masuknya buah-buahan dan barang impor lainnya yang dibutuhkan warga Tionghoa untuk Imlek akan coba diakomodir sesuai kesepakatan dengan pihak terkait mulai dari Karantina, BPOM RI, Korem, Kepolisian dan lainnya.
 
Dalam rakor juga dibahas aturan penggunaan petasan saat perayaan Imlek. Polres Meranti menyatakan, mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya, penggunaan petasan khusus di Kelenteng dibolehkan hingga pukul 2 dini hari. Sedangkan membakar mercon di rumah-rumah warga Tionghoa hanya sampai pukul 12 malam.
 
Sedangkan perayaan Cian Cui atau perang air yang direncanakan digelar 16 Februari 2018 hingga 6 hari ke depan, dijelaskan Wabpu, Pemda Meranti bekerjasama dengan FKUB akan menyediakan mobil tanki yang menyediakan air bersih bagi warga yang ingin perang air. Dengan begitu penggunaan air es dan air limbah tidak dibolehkan karena tidak baik bagi kesehatan.
 
 
Reporter   : Azwin Naem
Editor        : Rico Mardianto
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Senin,22 Januari 2018 - 22:24:03 WIB

Baru Dikeluarkan, Poniman Kembali Ditangkap Polresta Pekanbaru

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Poniman (46) tidak dapat menikmati 'kemenangan' pasca dikeluarkan Jaksa dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Pekanbaru pascaputusan hakim yang menerima eksepsinya. Baru beberapa menit menghirup udara bebas, pesakitan kasus dugaan pemalsuan SKGR lahan di Jalan Pramuka Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru itu, kembali ditangkap Satreskrim Polresta Pekanbaru.