Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim Apresiasi Program DMPA Sinarmas

Kamis,14 Desember 2017 | 05:58:49 WIB
Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim Apresiasi Program DMPA Sinarmas
Ket Foto : Rachmat Witoelar, Utusan Khusus Presiden RI untuk Perubahan Iklim, ikut memanen cabai.
RIAUMANDIRI.CO, SIAK - Kunci penanganan perubahan iklim di Indonesia adalah mengurangi kebakaran hutan dan pembukaan lahan tanpa bakar. Untuk mencapai keberhasilan tersebut perlu tindakan dan aksi nyata dari semua pihak. Hal ini telah ditunjukkan oleh petani Suryono. 
 
Pernyataan ini disampaikan Utusan Khusus Presiden RI untuk Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar pada acara syukuran Desa Makmur Peduli Api (DMPA) Lembaga Pinang Indah Abadi dan panen cabe di Dusun Sukajaya, Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (13/12/2017).
 
"Saya kagum dengan yang telah dilakukan Suryono sebagai petani. Ini bukti nyata keberhasilan kita terhadap perubahan iklim. Kita akan menyampaikan ke masyarakat luar bahwa Indonesia berhasil. Kita yang selama beberapa tahun ini dikecam oleh dunia luar karena kebakaran hutan, akan tetapi sekarang ini dengan adanya suatu gerakan dari level nasional untuk upaya mencegah kebakaran hutan dapat kita atasi dan ini akan menepis tudingan negara luar," ungkap Rachmat Witoelar.
 
 
Rachmat Witoelar, Utusan Khusus Presiden RI untuk Perubahan Iklim, ikut memanen cabai.
 
Dengan adanya program DMPA ini, lanjutnya, dapat menjadi motivasi bagi masyarakat luar untuk meningkatkan petanian dan ini dapat mengatasi perubahan iklim.
 
"Saya ingin melihat secara langsung upaya apa yang dilakukan di tingkat lapangan. Dan yang saya lihat saat ini, saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Sinarmas bersama dengan mitranya. Program yang digulirkannya sangat tepat dalam upaya menjaga hutan melalui program DMPA-nya," kata Rachmat. 
 
Turut hadir dalam acara syukuran tersebut Social Security Head Sinar Mas Agung Wiyono, Kepala BPPM Arara Abadi Undang Nurzihad, Humas Arara Abadi Musherizal Yatim, Humas Distrik Rasau Kuning Aep Mahmudin, petugas penyuluhan petanian se-Kecamatan Tualang dan kelompok tani.
 
 
Rachmat Witoelar, saat menyampaikan sambutan.
 
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tualang, Rico Riyanto, mengatakan, program DMPA Arara Abadi ini sejalan dengan program Pemerintah kabupaten Siak. Bupati Siak juga telah mencanangkan program di bidang petanian. Salah satu upaya untuk mendorong keberhasilan program tersebut, pemerintah kabupaten memberikan kemudahan untuk melaksanakan budi daya pertanian di lahan tidur, tentu dengan syarat apabila lahan tersebut diperlukan, masyarakat harus mengembalikannya. 
 
Sementara, petani Suryono menuturkan, sejak adanya program DMPA Arara Abadi ini, dirinya mengakui mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga. Banyak ilmu yang didapat, mulai dari mengelola lahan dan juga pemanfaatan sisa limbah seperti limbah jagung dapat diolah menjadi pakan ternak yang dulunya dibakar.
 
"Sejak saya alih fungsi lahan dari sawit ke tanaman hortikultura, saya sudah dapat mengerjakan 10 orang. Beda waktu di sawit hanya untuk sendiri," katanya. (rls)
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR