Anggota DPR RI Dapil Sumbar Dilaporkan Istrinya ke MKD DPR

Rabu,06 Desember 2017 | 15:15:35 WIB
Anggota DPR RI Dapil Sumbar Dilaporkan Istrinya ke MKD DPR
Ket Foto : Mulyadi, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat) dari daerah pemilihan Sumbar II
RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Anggota DPR RI (Fraksi Partai Demokrat) dari daerah pemilihan Sumatera Barat (Sumbar) II Mulyadi dilaporkan istrinya, Mefiana Maliani ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.
 
Dalam laporan Mefiana Maliani ke MKD dengan nomor registrasi 110/PP-MKD/2017 sekitar bulan September 2017 lalu itu menyebutkan bahwa Mulayadi sebagai teradu telah melakukan pelanggaran kode etik dengan melakukan perselingkuhan dengan wanita lain.
 
“Teradu diduga melakukan pelanggaran pasal 3 ayat (1) Kode Etik berupa perbuatan tidak pantas atau tidak patut sebagai anggota DPR RI,” demikian isi dari konstruksi perkara yang dilakukan oleh MKD DPR yang beredar di kalangan awak media, di Komplek Parlemen Senayan, Rabu (6/12).
 
Ada lima point penting dari dugaan perbuatan tidak pantas dan tidak patut yang terkandung dalam pasal 3 ayat (1) Kode Etik Anggota DPR RI. Pertama, teradu diduga melakukan perbuatan perselingkuhan dengan wanita bernama Winadyawati dan Charma. Perbuatan perselingkuhan itu diketahui melalui screenshoot percakapan antara teradu dengan Winadyawati.
 
Kedua, teradu diduga melakukan penekanan dalam proses menceraikan istrinya Mefiana Maliani sebagai pengadu. Ketiga, teradu diduga melakukan KDRT dalam bentuk ancaman fisik dan psikis, yaitu tekanan terhadap pengadu (istri teradu) berupa ancaman dengan sering mengatakan tidak akan memberikan uang kepada pengadu dan menggunakan senjata tajam, yakni Samurai dan Mandau.
 
“Pengadu menyampaikan hal ini dalam kronologis pengaduannya pada tanggal 12 September 2017 dan juga dalam keterangannya dalam Sidang MKD DPR tanggal 2 Oktober 2017,” sebagaimana yang tertulis dalam konstruksi Pengaduan MKD DPR.
 
Keempat, teradu diduga tidak memberikan nafkah secara layak. Pengadu menyampaikan hal ini dalam kronologisnya tanggal 12 September 2017 dan dalam sidang MKD tanggal 2 Oktober 2017.
 
Kelima, teradu diduga telah menikah lagi dengan seorang wanita bernama Winadyawati yang tidak didasarkan pada UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dimana pernikahan tersebut dilakukan di tengah adanya ikatan pernikahan yang sah antara teradu dan pengadu.
 
Reporter: Syafril Amir
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR