Terpilih Aklamasi, Ali Masruri Pimpin PWI Siak

Cetak Kamis,07 Desember 2017 | 14:21:29 WIB
Terpilih Aklamasi, Ali Masruri Pimpin PWI Siak
Ket Foto : Ali Masruri, Ketua PWI Siak terpilih periode 2017-2020, saat menyampaikan visi dan misi.

RIAUMANDIRI.CO, SIAK - Walaupun pernah mengalami kegagalan di tahun 2014 untuk menjadi ketua PWI Siak, namun hal itu tak membuat semangat Ali Masruri pupus begitu saja. Melalui Konferensi Kabupaten (Konferkab) IV PWI Siak, Ali Masruri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Siak periode 2017-2020.

Konferkab yang dilaksanakan di Hotel Grand Royal Jalan Sapataruna, Kota Siak, Rabu malam (6/12/2017) ini, sempat memanas menjelang dilakukannya pemilihan Ketua PWI Siak. Dari 31 anggota PWI Siak, hanya 12 orang anggota biasa yang memiliki hak memilih dan dipilih.

Terpilihnya Ali secara aklamasi diawali pada tahap penjaringan calon ketua, di mana masing-masing peserta memilih dua nama untuk mencari calon yang minimal punya lima suara.

Setelah dilakukan penghitungan, ternyata muncul dua nama yang sama-sama mengantongi delapan suara, yakni Ali dan M Harun. Sementara Ipung Sadewo (3 suara), Abu Kasim (3), Dulsani dan Satria Donald masing-masing satu suara.

Sesuai PD/PRT organisasi, pimpinan sidang Bambang Irawan menyatakan dua nama yang berhak lolos putaran kedua adalah Ali dan Harun. Namun, sebelum pemilihan dimulai, Harun dengan tegas menyatakan mundur dari pencalonan dan mempercayakan kepemimpinan PWI Siak ini kepada Ali Masruri.

"Karena pak Harun mundur, maka tinggal satu calon yakni Ali Masruri, di mana terpilih sebagai Ketua PWI Siak periode 2017-2020 secara akmalasi,"  ujar Bambang seraya mengetuk palu tanda berakhirnya pemilihan tersebut.

Usai Bambang menutup sidang, puluhan anggota PWI Siak yang mengikuti acara tersebut, seketika mengejar Ali dan Harun yang duduk di depan. Mereka saling bersahutan, teriak histeris mengucapkan selamat kepada Ali dan Harun bahkan ada beberapa anggota muda yang mengangkat tubuh Harun sambil berteriak maju PWI Siak dan sambil berteriak Allahu Akbar, sehingga suasana menjadi riuh dan histeris.

"Hidup Ali, hidup Ali, PWI Siak jaya, PWI Riau hebat, Allahu Akbar," teriak Masgin seraya disahut oleh anggota PWI lainnya.

Saat menyampaikan visi misi, mantan Kepala Biro Haluan Riau di Kabupaten Siak ini berjanji akan membangkitkan kembali organisasi PWI Siak yang sempat vakum selama kepemimpinan Dulsani tiga tahun terakhir.

"Ayo kawan-kawan, mari bersama-sama kita bangkit dari keterpurukan ini. Marwah PWI Siak harus kita kembalikan dengan ikut berpartisipasi membangun daerah. PWI Siak bangkit, PWI Riau hebat," teriak Ali. ***


Reporter    : Sugianto
Editor          : Mohd Moralis

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.