Polres Kuansing Tangkap Penampung Emas Ilegal

Cetak Kamis,07 Desember 2017 | 13:54:31 WIB
Polres Kuansing Tangkap Penampung Emas Ilegal
Ket Foto : Tersangka dan barang bukti.

RIAUMANDIRI,CO, TELUK KUANTAN - Anggota Sat Reskrim Polres Kuansing berhasil mengamankan seorang pria inisial Er yang diduga menampung, mengolah dan melakukan pemurnian mineral bukan dari Pemegang Izin Usaha Pertambangan.

Hal ini dibenarkan Kapolres Kuansing, AKBP Fibri Karpiananto, SH, SIK melalui Kasubag Humas Polres Kuansing, AKP G Lumban Toruan. Kegiatan opsnal Sat Reskrim Polres Kuansing ini, kata Kapolres, dipimpin oleh KBO Reskrim Iptu Rafidin Lumban.

"Kita telah menangkap satu orang laki-laki yang diduga melakukan penampungan, mengolah dan pemurnian mineral bukan dari Pemegang Izin Usaha Pertambangan di Desa Petapahan," ujar Kapolres kepada riaumandiri.co, Rabu (6/12/2017).

Sedangkan barang bukti (BB) yang diamankan yaitu 4 pentolan kecil yg diduga mineral logam emas seberat 4,56 gram, uang tunai Rp875.000, satu unit timbangan, satu set kompor, pembakar, mangkok tembikar dan buku nota.

"Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Kuansing guna penyidikan lebih lanjut," tukasnya. ***


Reporter    : Suandri
Editor          : Mohd Moralis

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.