Akhirnya, Tersangka Kasus Korupsi Jembatan Enok Ditahan

Cetak Rabu,06 Desember 2017 | 17:37:05 WIB
Akhirnya, Tersangka Kasus Korupsi Jembatan Enok Ditahan
Ket Foto : Direktur PT Ramadhan Raya, Taufiq, SE, dengan memakai rompi tahanan digiring petugas Kejari Inhil menuju ruang tahanan.
RIAUMANDIRI.CO, TEMBILAHAN – Akhirnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi melakukan penahanan terhadap tersangka Taufiq selaku Direktur PT Ramadhan Raya merupakan perusahaan pelaksana pekerjaan proyek pembangunan Jembatan Sungai Enok tahun 2013 lalu, Selasa (5/12/17). 
 
Tersangka Taufiq alias Upik ditahan, terkait kasus dugaan tindak pidana Korupsi Proyek Pembangunan Jembatan Sungai Enok, di Kecamatan Enok pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Inhil dengan dana APBD Inhil tahun 2013 yang dilaksanakan oleh PT Ramadhan Raya sebagai perusahaan penyedia barang atau jasa dengan nilai kontrak addendum pertama sebesar Rp.9.997.465.000 yang dilakukan oleh tersangka.
 
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tembilahan, Lulus Mustofa didampingi Kasi Pidsus, Sonang dan Kasi Intel, Ari Supandi mengatakan, di dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Enok ini, terdapat penyimpangan dalam pelaksanaannya yang pekerjaannya tidak lagi sesuai bestek. Sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp2,1 miliar.
 
"Kami melakukan penyidikan kasus ini sesuai sprindik dan dipecah-pecah. Proyek ini bukan proyek multiyears, tetapi proyek dari APBD, mulai dari tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014," terang Kajari.
 
Untuk diketahui, berdasarkan surat perintah penyidikannya yang ditunjukan Kejaksaan Negeri Tembilahan dengan No 09/N.4.15/FD.1/12/2015 tanggal 17 Desember, menjelaskan terkait dugaan tindak pidana korupsi terhadap kegiatan pembangunan Jembatan Sungai Enok, Kecamatan Enok.
 
Tim penyidik Kejari Inhil bersama tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang difasilitasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyelidikan lapangan. Terkait dugaan korupsi pembangunan Jembatan Enok yang menggunakan APBD Inhil empat tahun anggaran.
 
Kemudian terkait dengan tersangka lain dalam kasus ini, ketika dipertanyakan Kajari Tembilahan Lulus Mustofa dengan wajah penuh senyum mengatakan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan mengenai hal tersebut.
 
"Mengenai, apa ada tersangka lain dalam kasus ini. Dalam waktu tak berapa lama lagi, akan kami sampaikan" pungkas Kajari. ***
 
 
Reporter : Ramli Agus
Editor       : Mohd Moralis
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.