Terpilih Aklamasi di Musprov, Marjoni Hendri Pimpin Pordasi Riau

Minggu,19 November 2017 | 22:42:00 WIB
Terpilih Aklamasi di Musprov, Marjoni Hendri Pimpin Pordasi Riau
Ket Foto : Ketua Umum Pordasi Riau terpilih, Marjoni Hendri (2 kiri) menerima berita acara pemilihan dari Pimpinan Sidang Musprov Abel Tasman.

RIAUMANDIRI.co, PEKANBARU - Ir H Marjoni Hendri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi) Riau Periode 2017-2021.

Marjoni Hendri dipercaya memimpin Pordasi Riau oleh seluruh peserta Musyawarah Provinsi (Musprov) III Pengprov Pordasi Riau, Sabtu (18/11), di Hotel Tiga Dara, Kubang Raya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

"Sebanyak 15 peserta yang berasal dari stable (peternak kuda) dan satu Pengkot Pordasi Pekanbaru sepakat mempercayakan nakhoda Pordasi Riau untuk empat tahun ke depan kepada Ir H Marjoni Hendri. Dua peserta abstain. Jadi total pemilik suara 17 peserta," kata Abel Tasman, Ketua Panitia Pelaksana Musprov yang juga Pimpinan Sidang Musprov III, Sabtu (18/11/2017).

Musprov yang digelar selama satu hari itu dibuka Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Pordasi Ir Wijaya. Turut hadir dalam pembukaan Musprov Ketua Umum KONI Riau H Emrizal Pakis, anggota DPR RI Dapil Riau I H Jon Erizal, H Jefry Noer (pemilik Arowana Stable) dan sejumlah pengurus Pengprov cabang olahraga di Riau.

Saat membuka Musprov, Sekjen PP Pordasi Wijaya mengatakan dirinya bahagia Pengprov Pordasi Riau menggelar Musprov tepat waktu.

"Dengan demikian roda pembinaan jalan terus. Ini kebanggaan saya sebagai orang Rumbai, Pekanbaru," katanya.

Menurut Wijaya, kendati mahal, olahraga berkuda juga padat karya, karena juga menyerap cukup banyak tenaga kerja.

 

Dari kiri: Emrizal Pakis, Wijaya, Jefry Noer dan Marjoni Hendri.


Sedangkan Ketua Umum KONI Riau Emrizal Pakis mengatakan, mengurus olahraga berkuda membutuhkan komitmen yang tinggi dan kecintaan karena biayanya yang mahal. Mulai dari kepemilikan kuda, memelihara hingga bertanding.

"Kita apresiasi prestasi yang sudah diraih Pordasi Riau. Marjoni juga punya kecintaan yang tinggi terhadap Melayu. Buktinya nama kuda diberi nama lancang kuning, zapin dan hang jebat. Semoga ke depannya di lokasi milik pak Jefry Noer (Arowana Stable) bisa makin berkembang untuk pacuan dan ekostrian.

Jefry Noer dalam kesempatan itu menyatakan dukungan penuhnya untu olahraga berkuda, dengan menyiapkan fasilitas kegiatan olahraga di areal tanah miliknya.

Apresiasi terhadap olahraga berduka juga datang dari anggota DPR RI Jon Erizal. "Saya salut dengan Pordasi Riau yang punya inisiatif dalam pembangunan olahraga. Bila disinergikan dengan pariwisata, maka olahraga makin maju, pariwisata makin berkembang dan NKRI juga makin kokoh. Sebab olahraga perekat dalam NKRI. Untuk itu saya berharap pengurus yang terpilih solid, sehingga mampu mengembangkan organisasi," harapnya.

Bukan Orang Baru

Sebelum terpilih menjadi ketua umum Pordasi Riau, Marjoni Hendri bukanlah orang baru di olahraga berkuda ini. Pada kepengurusan Pordasi Riau periode 2013-2017 di bawah kepemimpinan H Djufri Hasan Basri, Marjoni menjabat sebagai ketua harian.

Usai terpilih sebagai ketua umum Pordasi Riau, Marjoni mengatakan, Pordasi Riau saat ini sudah berumur 8 tahun. Artinya, kepengurusan Pordasi Riau sudah dua kali periode.

"Kemarin, kita baru dalam tahap pengembangan dan sosialisasi berkuda di Riau. Ternyata, penggemar berkuda akhir-akhir ini semakin banyak di Riau. Dan ini harus kita pacu agar olahraga berkuda makin diminati di seluruh Riau. Di samping kita membawa nama daerah, tentu dapat meningkatkan roda perekonomian di Riau," kata Marjoni yang juga Sekretaris Umum IKMR Riau.

 

Anggota DPR RI Jon Erizal (kiri) bersama Marjoni Hendri saat berdialog dengan peserta Musprov.


Melalui olahraga berkuda ini, katanya, akan ada multi effect. Karena seluruhnya punya potensi, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya yang diyakini bisa meningkat.

"Saat ini kita berada di Kubang Raya yang memiliki sarana dan prasarana yang paling tepat. Soalnya di seluruh Indonesia saya melihat tidak ada yang seperti ini, terutama dekat dengan bandara dan jauh dari kemacetan dari padatnya perkotaan. Selain itu, potensi alam di Kubang Raya ini sangat tepat. Di mana di sekitar kawasan ini memiliki makanan kuda yang lengkap seperti rumput dan tanaman sagu. Kemudian banyak penduduk di sekitar yang belum mendapat pekerjaaan bisa dilibatkan di sini," jelas Marjoni seraya mengatakan menjelaskan, satu ekor kuda itu bisa melibatkan 7 orang untuk merawat kuda.

Terkait dukungan dari H Jefry Noer, Marjoni mengatakan, sebenarnya sudah lama dia mencanangkan dan ingin daerah Kubang Raya ini dimanfaatkan terutama untuk membuka lapangan pekerjaan.

Mengenai atlet, kata Marjoni, Pordasi Riau juga akan segera menyiapkan atlet-atlet berkuda. Sehingga kedepan tidak lagi menyewa atlet dari luar. Apalagi nantinya di kawasan Tiga Dara milik Jefry Noer ini akan dibangun lapangan pacuan kuda bertaraf nasional dengan ukuran 1.200 meter dan sekolah berkuda.

Mengenai prestasi yang pernah diraih atlet Pordasi Riau, Marjoni mengungkapkan, pada tahun 2012 pernah juara 2 kejurnas, masuk final PON lalu serta di event-event lain, seperti Jakarta Derby, dan Jawa Timur Derby. ***

 

Reporter    : Nandra Piliang
Editor          : Mohd Moralis

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR