Kebanyakan Lari Ternyata Tidak Disarankan, Ini Alasannya

Senin,13 November 2017 | 08:58:45 WIB
Kebanyakan Lari Ternyata Tidak Disarankan, Ini Alasannya
Ket Foto : Ilustrasi
RIAUMANDIRI.co-Olahraga lari kini tak hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh saja, tetapi juga sebagai gaya hidup. Dalam beberapa acara, Anda bahkan juga bisa menyumbang sambil berlari.
 
Namun, apakah berlari memiliki peran positif terhadap peningkatan kebugaran tubuh?
Baca: Komandan Kodim yang Tempeleng Kepala Desa di Rembang Akhirnya Dicopot
 
Ahli nutrisi dr Samuel Oetoro mengatakan, berlari dapat memberikan dampak buruk bagi kondisi tubuh bila dilakukan secara berlebihan.
Oetoro menuturkan, tubuh memiliki atom dan bersifat reaktif. Atom terdiri dari inti atom dan elektron, sedangkan elektron tersusun dari atom positif dan negatif lalu.
 
Menurut Oetoro, para atlet rentan terhadap serangan jantung karena intensitas latihannya, dan untuk mengatasinya, mereka perlu diberikan suplemen antioksidan untuk menangkal radikal bebas.
Meski bukan atlet, dokter MRCCC Siloam Hospital itu juga tak menganjurkan masyarakat awam untuk menjadikan lari sebagai olahraga utama. Dia berkata bahwa olahraga alternatif yang dapat dilakukan adalah jogging atau berjalan.
“(Lari buat amal) ya jangan. Buat amal malah terjadi sesuatu. Jalan saja. Kalau ikut 10 kilometer, jalan cepat. Jogging kan pelan. Kalau punya target satu jam 10 kilometer saja, itu sudah berlebihan,” katanya.
 
Penyakit yang timbul akibat radikal bebas memang tak dapat langsung dirasakan. Efeknya akan terasa dalam jangka panjang.
Hal itu, misalnya, dirasakan oleh salah satu pasien Oetoro yang berumur 39 tahun.
 
Sang pasien datang dengan keluhan sakit pada dada dan kemungkinan mengalami penyumbatan jantung. Lututnya juga tak bergerak dengan nyaman.
Saat ditanya, pasien itu mengatakan selalu berlari di pinggir pantai setiap hari.
“Dia bilang, ‘Saya olahraga rajin, tapi kenapa justru kena serangan jantung dan kena lutut sakit?’ Itu karena berlebihan. Sepeda aman, tapi jangan ngebut dan pakai gigi sepeda yang berat. Kalau jogging, setengah jam saja cukup,” kata Oetoro. (Lutfy Mairizal Putra)
Berita ini telah tayang di Kompas.com pada Minggu, 12 November 2017 dengan judul: "Jogging" Boleh, Lari Berlebihan Jangan. Ini Alasannya.(van)
 
 
 
 
Sumber : Tribunkesehatan.com
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR