Tidak Tepat Guna, Pembangunan MCK di Pajak Baru Diduga Sarat Kepentingan

Kamis,09 November 2017 | 17:44:07 WIB
Tidak Tepat Guna, Pembangunan MCK di Pajak Baru Diduga Sarat Kepentingan
Ket Foto : Pembangunan MCK di Pajak Baru Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Rohil (Foto: RMC/Jhoni)
RIAUMANDIRI.co, BAGANBATU - Bangunan MCK (Mandi, Cuci Kakus) yang dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rohil di Pajak Baru, Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Rohil diduga sarat kepentingan.
 
Pasalnya, MCK di area Pajak Baru itu sudah ada, bahkan lebih dari satu. Sehingga pembangunan MCK ini diduga ada kepentingan sepihak untuk memperkaya diri sendiri 
 
Pantauan Riaumandiri.co, Kamis (9/11) sore, MCK Kombinasi IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) Komunal itu dibangun persis dekat dengan bangunan Pajak Modern yang sejak dibangun hingga kini mangkrak. Bahkan pada bagian bawah bangunan Pajak Modern yang mangkrak itu juga ada MCK yang hingga saat ini masih dapat dipergunakan.
 
Selain itu, pada bagian pasar ikannya, juga terdapat MCK yang sedari dulu hingga saat ini masih dipergunakan tanpa ada kendala apapun.
 
Bahkan, MCK Mesjid yang tepat berada di bagian Pajak Baru juga selama ini masih dapat digunakan masyarakat yang berjualan serta pengunjung pasar.
 
Bangunan MCK Kombinasi IPAL Komunal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang menelan anggaran Rp 487.650.000, saat ini dalam tahap pengerjaan.
 
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari proyek tersebut, Tasan, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa penempatan proyek tersebut sudah melalui proses peninjauan.
 
"Informasinya di sana tak ada MCK umum. Itu makanya setelah kita koordinasi sama kelurahan, maka kita bangun di situ," ungkap Tasan.
 
Namun, saat disinggung bahwa di area Pajak Baru itu sudah ada beberapa MCK, Tasan mengaku tidak mengetahui. Bahkan saat disinggung tentang peninjauan kelayakan tepat guna, Tasan terkesan menghindar.
 
"Coba koordinasi dululah sama Pak Lurah," pintanya yang membuat kuat dugaan bahwa pihak PPTK tidak pernah melakukan peninjauan terlebih dahulu. Sehingga semakin kuat pula dugaan adanya kepentingan pribadi pada proyek tersebut.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 10 November 2017
 
Reporter: Jhoni Saputra
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR