Bangun Strategi Branding untuk Inhil, Ini yang Dilakukan LPPM Unisi

Jumat,20 Oktober 2017 | 17:12:18 WIB
Bangun Strategi Branding untuk Inhil, Ini yang Dilakukan LPPM Unisi
Ket Foto : Foto bersama usai acara bedah buku di LPPM Unisi Tembilahan. (RMC/Ramli Agus)

RIAUMANDIRI.co, TEMBILAHAN - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri (Unisi) menggelar bedah buku terkait membangun strategi branding untuk Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan penulisan bahan ajar yang baik dan benar untuk dosen, Jumat (20/10/2017) pagi.
 
Pembedah buku tersebut berasal dari kalangan dosen Unisi yang telah menerbitkan buku, yakni, Drs Dharmasetiawan, MM dan Ridhoul Wahidi, SThi, MA.
 
Bedah buku yang dipusatkan di Ruangan Dosen Fakultas Ekonomi, Unisi Tembilahan itu, diikuti Dekan Fekon, FKIP, FH, dosen-dosen Unisi, dan perwakilan dari perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Inhil. Acara ini dibuka oleh Dekan Fekon Unisi, H Agus Maulana, SE, MM.
 
Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan, kegiatan ini penting untuk mengembangkan strategi pemasaran produk di Inhil dan kiat-kiat menulis bahan ajar yang baik dan benar bagi para dosen.
 
"Selamat dan saya sangat mengapresiasi kepada dosen Unisi yang telah membuat buku. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita bersama dapat terwujud, demi kemajuan pendidikan, khususnya di Inhil," ungkapnya.
 
Dengan moderator Ketua LPPM Unisi Dr Gulam Muhammad, SE, MM, kegiatan bedah buku dimulai dengan pembicara I, yaitu, Drs Dharmasetiawan, SE, MM, yang menjelaskan tentang Indragiri Hilir sebuah regional branding.
 
Dalam penjelasannya, Cecep, biasa ia disapa, mengatakan, ada tiga item penting dalam melaksanakan Inhil strategi branding, di mana selama setahun ia meninjaunya, yaitu: Pertama, strategi dalam mempromosikan Inhil, yang sering disebut bupati kelapa (HM Wardan).

Permasalahan kelapa seperti, sektor hulu: tanggul, hama, alih fungsi lahan. Sektor hilir: harga jual (di tingkat petani dan pengumpul kecil) dan sistem panjar, dan terakhir Kelapa: kopra

Kedua, strategi pemasaran obyek wisata di kabupaten Inhil. Budaya dan adat istiadat lokal: sampan leper yang menarik di Sungai Luar, menongkah (alat bantu mencari kupang, kerang dsb), makam H. Abdurrahman Siddiq.

Strategi pemasaran yang dilakukan adalah, sistem paket wisata, bauran promosi dengan media promosi yang efektif, bekerjasama dengan travel agent, strategi promosi "INDRAGIRI HILIR" sebagai Regional Branding

Keunggulan bersaing, yakni, kelapa dan produk turunan kelapa serta potensi wisata.
 
Sementara itu, Ridhoul Wahidi, SThi, MA yang juga penulis buku teknik dan Kiat menulis bahan ajar yang baik dan benar menuturkan, menulis itu bukan persoalan bakat, tetapi persoalan kemauan diri sendiri.
 
"Menulislah dengan membaca terlebih dahulu, trik menulis dimulai dengan mempunyai ide, kebebasan berekspresi, logika yang sistematis, tulisan yang mengalir dan tata bahasa yang baik, dari silabus perkuliahan, lalu terbitkan," tutur Ridho.
 
Dari dua pembicara bedah buku tersebut, Cecep menyimpulkan bahwa ciptakan regional branding, dan bentuk sebuah badan khusus mempromosikan keunggulan bersaing dan seluruh potensi daerah, dengan begitu baginya permasalahan terjadi atas "Kelapa" mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
 
"Solusi alternatif dalam permasalahan kelapa di Inhil yaitu menumbuhkan area produk turunan kelapa yang dapat bersaing di pasar global, nasional dan internasional," imbuhnya.
 
Singkatnya, kata Ridho, "Jadilah manusia yang dapat berguna bagi orang banyak, jika gajah meninggalkan gading, maka dosen meninggalkan karya tulis untuk mahasiswanya, yang mana buku itulah menjadi petunjuk dalam bahan ajar perkuliahan". ***


Reporter    : Ramli Agus
Editor         : Mohd Moralis

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR