Periksa Kelayakan Senpi Anggota Polri, Propam Polda Turun ke Seluruh Polres

Periksa Kelayakan Senpi Anggota Polri, Propam Polda Turun ke Seluruh Polres

RIAUMANDIRI.co, PEKANBARU - Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Riau turun ke seluruh Polres untuk memastikan kelayakan penggunaan senjata api ini. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan senpi oleh anggota kepolisian.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, membenarkan hal itu. Dikatakan Guntur, selain memeriksa kelayakan senpi, Propam juga melakukan supervisi di seluruh Polres.

"Kemarin Propam sudah turun ke Polres-Polres. Selain melakukan supervisi ke daerah kemudian mengingatkan cara penggunaan dan penyediaan senjata juga mengecek surat-surat," ungkap Guntur kepada riaumandiri.co, Kamis (12/10/2017).

Lebih lanjut, Guntur mengatakan, turunnya Propam ke jajaran Polres bertujuan untuk memeriksa anggota yang memegang senjata, seperti surat dan cara menyimpan senpi.


"Ada yang beberapa suratnya mati dihidupkan kembali. Juga merapikan cara menyimpan. Menyampaikan pada anggota, bahwa penggunaan senjata itu adalah hal yang terpaksa. Sebatas melumpuhkan," lanjut mantan Kapolres Pelalawan itu.

Terhadap anggota yang memegang senjata, lanjut Guntur, pengawasan berjenjang dilakukan. Pemegang juga harus rutin ikut latihan menembak.

"Secara rutin latihan menembak, dan pengawasan secara berjenjang. Dari kepala satuan, kepala unit, perwira unit hingga ke anggota," sebutnya.

Terkait penggunaan senjata, untuk senjata laras panjang tidak dipegang langsung pada masing-masing anggota melainkan harus disimpan di markas komando kepolisian masing-masing.

"Dalam keadaan tertentu baru dibagikan. Misalnya ngepam, piket penjagaan. Kalau senjata pendek dipegang pada masing-masing orang karena kecakapannya. Per enam bulan dilakukan tes psikologis terhadap anggota yang memegang," pungkas Kombes Pol Guntur Aryo Tejo.

Untuk diketahui, belakangan penyalahgunaan senpi memang jadi sorotan. Terakhir, di Blora, Jawa Tengah, seorang oknum anggota Brimob menewaskan dua rekannya dengan senjata laras panjang sebelum bunuh diri karena cekcok di lokasi pengeboran minyak Sarana Gas Trembul.

Di lokasi lain, anggota unit Reskrim Polsek Sungai Lilin, Polres Musi Banyuasin, Bripda Azan Fikri, ditemukan tewas bunuh diri. Dia diduga bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri karena persoalan pribadi dan batal menikah. ***


Reporter    : Dodi Saputra
Editor          : Mohd Moralis