Kagetkan Warga Rumbai, Jasad Tiamah Dikubur Dalam Kamarnya Setelah Dibunuh

Senin,09 Oktober 2017 | 16:26:14 WIB
Kagetkan Warga Rumbai, Jasad Tiamah Dikubur Dalam Kamarnya Setelah Dibunuh
Ket Foto : Penggalian mayat Tiamah yang dikubur si pelaku di dalam kamar tidur korban.

RIAUMANDIRI.co, PEKANBARU - Masyarakat Kelurahan Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, dikagetkan dengan penemuan mayat perempuan yang dikubur di dalam kamar tidurnya.

Jenazah yang diketahui bernama Tiamah (70) itu diduga menjadi korban pembunuhan berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Kota Pekanbaru.

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi Priadinata, mengatakan, jenazah Tiamah tersebut ditemukan pada Ahad (8/10/2017) sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat itu, seorang saksi, Edi Siswanto (39) yang tak lain anak Tiamah berkunjung ke rumah korban di Jalan Raja Panjang, Kelurahan Tebing Tinggi, Okura, Rumbai Pesisir, namun tidak menemukan ibunya tersebut, dan mencium aroma yang tidak sedap.

"Saksi (Edi Siswanto, red) curiga, lalu memeriksa seluruh isi kamar korban. Dia mengangkat spring bed di dalam kamar korban dan melihat ada gundukan bekas galian tanah," ungkap Edy kepada riaumandiri.co, Senin (9/10/2017).

Sang anak yang diketahui juga anggota Kepolisian itu lalu mengorek tanah gundukan menggunakan parang.

Saat itu, kata Wakapolresta, keluar bau tidak busuk. Selanjutnya, Edi Siswanto memanggil Nut Binto (48) menantu korban, dan kakaknya Rusnida (48) yang merupakan anak korban, dan minta dicarikan cangkul.

"Saksi Edi dan kakak iparnya, Nur Binto kemudian menggali gundukan tanah tersebut dan menemukan korban dalam keadaan telentang dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap," lanjut mantan Kapolres Kuantan Singingi dan Kampar tersebut.

Berdasarkan pengakuan saksi Rusnida, kata Edy, pada hari Kamis (5/10/2017) sekitar pukul 07.30 WIB, dirinya curiga dengan rumah orang tuanya yang belum buka dan pintu rumah terkunci dari luar.

Rusnida sempat memanggil korban dengan cara menggedor jendela kamar, pintu depan dan pintu belakang. Namun korban tidak menjawab.

Rusnida lalu mengambil kunci serap dari rumahnya yang berhadapan dengan rumah korban. Saat Rusnida berada di dalam rumah korban, dia melihat pintu kamar korban terkunci dari luar, dan berusaha mencari korban di sekitar Okura serta memberitahukan kepada seluruh keluarganya.

"Sekitar pukul 13.00 WiB, seluruh keluarganya berkumpul dan mendobrak pintu kamar korban dan pada saat kamar diperiksa tidak menemukan tas dan handphone korban.

Saksi Rusnida juga menerangkan bahwa selama ini orangtuanya tinggal bersama anaknya berinisial TW (19). Sejak Kamis itu hingga sekarang, TW tidak diketahui keberadaannya," tegas Edy Sumardi.

Polisi sebut Edy, telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu bilah linggis, satu bilah gagang cangkul, satu bilah parang, dan tiga buah ember tanah diduga sisa galian kuburan korban.

"Kita juga melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara, red) bersama identifikasi Polresta Pekanbaru, dan membawa  korban ke rumah sakit untuk divisum dan otopsi. Kita masih menyelidiki kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti," pungkas Edy Sumardi.

Terpisah, Kompol Supriyanto, selaku Kassubid Dokpol Biddokes Polda Riau, menyatakan pihaknya telah menerima hasil otopsi yang dilakukan RS Bhayangkara Pekanbaru.
Menurutnya, korban tewas akibat hantaman benda tumpul pada daerah kepala. Hal ini diperkuat adanya luka robek di bagian pipi dan dahi korban.

Lebih lanjut, Supriyanto mengatakan, korban Tiamah diduga sudah meninggal dunia sekitar empat sampai lima hari lalu sehingga kondisi jasadnya sudah membusuk.

''Melihat jasad korban, diperkirakan korban meningalnya sekitar empat sampai lima hari lalu (sebelum otopsi dilakukan, red). Dugaan penyebab kematian karena kekerasan akibat hantaman benda tumpul pada daerah kepala. Kita juga temukan luka robek di kepala, pipi serta dahinya,'' terang Supriyanto.

Lanjut dia, jasad Tiamah dibawa ke RS Bhayangkara sekitar pukul 02.00 WIB dinihari tadi. Terkait proses otopsi ini, kata Supriyanto, pihak rumah sakit sudah berkoordinasi dengan keluarga.

''Kita lakukan (otopsi) pada pukul 08.30 WIB pagi tadi, hingga jam 11.00 WIB, atas dasar persetujuan dari pihak keluarga,'' kata Supriyanto.

Setelah proses otopsi selesai dilakukan, jasad korban langsung dibawa pihak keluarga dari ruang instalasi jenazah RS Bhayangkara untuk selanjutnya dimakamkan.

''Tadi sudah dijemput keluarganya dengan disaksikan penyidik Polsek Rumbai Pesisir,'' tutup Supriyanto. ***


Reporter    : Dodi Ferdian
Editor         : Mohd Moralis

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Jumat,15 Desember 2017 - 10:18:43 WIB

DPP PKS Kalah Banding di PT, Fahri Hamzah Sarankan Elit Partai Mengundurkan Diri

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Pukulan telak kembali mendera partai dakwah. Tiga hari setelah manuver Fraksi PKS untuk meminta pergantian Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR - di tengah rapat Bamus yang alot membahas mekanisme pergantian Setya Novanto sebagai Ketua DPR - tim kuasa hukum Fahri Hamzah menyampaikan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding DPP PKS.