Badan Jalan Amblas, Lintas Rengat-Tembilahan Terancam Putus

Jumat,06 Oktober 2017 | 14:54:14 WIB
Badan Jalan Amblas, Lintas Rengat-Tembilahan Terancam Putus
Ket Foto : Jalan Lintas Rengat-Tembilahan nyaris putus.

RIAUMANDIRI.co, RENGAT - Tak kunjung adanya tanda-tanda akan dilakukannya peningkatan kapasitas jalan provinsi, Rengat-Tembilahan, mengakibatkan jalan lintas yang menghubungkan dua kabupaten, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir ini, terancam putus. Hal ini terjadi setelah badan jalan terus dilanda abrasi akibat diguyur hujan lebat dalam beberapa hari terakhir ini.

Kerusakan terparah ada di beberapa titik pada ruas jalan Lintas Rengat-Tembilahan, di antaranya, jalan ambruk berada di Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat dan pada beberapa titik di Kecamatan Kuala Cinaku, terutama di Desa Lumu. Jalan sudah amblas ke sungai karena tidak adanya turap penahan, bahkan jalan sudah berada pada posisi bawah jalan normal.

Menurut Camat Kuala Cinaku, Triyatno, SSos kepada wartawan melalui selulernya membenarkan adanya Jalan Lintas Rengat-Tembilahan yang ambruk dan titiknya bertambah pada Desa Teluk Sungkai, Kecamatan Kuala Cinaku, di mana sebagian badan jalan sudah ambruk.

"Ini disebabkan derasnya air pada Rabu (4/10) lalu. Jalan ini nyaris ambruk dan bahkan jembatan yang ada di jalan tersebut sudah mulai retak," terangnya.

Camat mengkhawatirkan jalan tersebut pada akhirnya akan putus jika tidak segera diambil  tindakan.

 

 

Ia berharap akan ada tindakan cepat dari Dinas PU Provinsi Riau, apakah akan menggunakan dana provinsi atau dana lainnya karena memang ini keadaan darurat.

"Kalau bisa menggunakaan dana tanggap darurat," harapnya.

Menyikapi hal ini masyarakat setempat mengharapkaan agar mobil besar seperti mobil angkutan CPO dan angkutan batu bara untuk tidak menggunakan jalan ini sebelum adanya perbaikan. Karena jika tetap dilalui oleh kendaraan berat, maka akan bisa berakibat fatal, terutama pada Jembatan Teluk Sungkai.

"Kita khawatir jalan ini akan runtuh yang mengakibatkan terputusnya hubungan antara dua kabupaten Inhu dan Inhil. Makanya kita minta mobil berat seperti angkutan CPO dan batu bara untuk tidak melintas di jalan ini," ungkap warga.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Inhu Ir Yelfidar mengaku sudah mendapat laporan dari Camat tentang hal tersebut.

"Untuk mengetahui secara pasti kondisi jalan ini, maka saya akan turun langsung ke lokasi, agar dapat diketahui tindakan apa yang akan dilakukan," tegasnya. ***


Reporter    : Eka Buana Putra
Editor         : Mohd Moralis

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR