Wabup: 1 Oktober Momentum Bersejarah Bagi Bangsa dan Rakyat Indonesia

Cetak Minggu,01 Oktober 2017 | 21:40:20 WIB
Wabup: 1 Oktober Momentum Bersejarah Bagi Bangsa dan Rakyat Indonesia
Ket Foto : Wakil Bupati Rohil menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017
RIAUMANDIRI.co, Bagansiapiapi - Wakil Bupati Rokan Hilir Drs. H Jamiludin menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017, di halaman Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohil, Ahad (1/10).
 
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tahun ini mengambil tema "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Yang Adil dan Makmur".
 
Upacara dihadiri Ketua DPRD Rohil, H. Nasrudin Hasan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Drs. H. Surya Arfan dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat. Segenap prajurit TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Honorer, Pelajar, dan Organisasi Kepemudaan (OKP) ikut serta menjadi peserta upacara Hari Kesaktian Pancasila.
 
Ikrar Kesaktian Pancasila yang dibacakan Ketua DPRD H. Nasrudin Hasan diantaranya menyatakan, bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur Ideologi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, dibutuhkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI.
 
Wabup Rohil, Drs. H. Jamiludin usai memimpin upacara mengatakan, upacara Hari Kesaktian Pancasila yang diselenggarakan ini merupakan sebagai momentum peringatan bersejarah bagi bangsa dan rakyat Indonesia, mengenang peristiwa sejarah tahun Gerakan 30 September dan 1 Oktober 1965.
   
"Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi kita semua, yakni memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Saya juga sangat bangga kepada para ASN dan Honorer walaupun hari minggu tetap antusias mengikuti upacara ini," kata dia.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 01 Oktober 2017
 
Reporter: M Syawal
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.