Ponpes Syafa'aturrasul Kuansing Taja Nobar Film G30S/PKI

Cetak Kamis,28 September 2017 | 17:08:55 WIB
Ponpes Syafa'aturrasul Kuansing Taja Nobar Film G30S/PKI
Ket Foto : Suasana nonton bareng film G30S/PKI di halaman Ponpes Syafa'aturrasul, Kuantan Tengah, Kuangsing, Riau.

RIAUMANDIRI.co, TELUK KUANTAN - Pondok Pesantren (Ponpes) Syafa'aturrasul Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI di halaman Ponpes tersebut, Rabu (27/9/2017) malam.

Pimpinan Ponpes Syafa'aturrasul, Dr KH Hamdani Purba, Lc, MA, mengatakan, acara nonton bareng film G30S/PKI diikuti para santri, pihak Kodim 0302 Indragiri Hulu, Komandan Koramil (Danramil) 02 Kuantan Tengah Kapten Inf Siswandy berserta jajaran TNI dan masyarakat.
 
"Memang kemarin malam (Rabu, red) kita telah melaksanakan kegiatan nonton bareng Film G30S/PKI. Dalam acara itu turut hadir Komandan Koramil 02 Kuansing, Kodim 0302 Inhu bersama anggotanya, masyarakat Kuansing, dan seluruh santri dan santriwati Ponpes," kata Hamdani Purba kepada riaumandiri.co, Kamis (28/9/2017).

Dikatakan Hamdani, semoga dengan diadakannya kegiatan nonton bareng film G30S PKI ini, santri dan santriwati Ponpes tidak melupakan sejarah kelam bangsa ini dan mengerti bahaya paham komunis di Indonesia.

Untuk itu pihaknya, kata Hamdani, selalu menekankan kepada seluruh santri dan santriwati agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan di Republik Indonesia supaya tidak mudah dipecah-belah oleh paham komunis.

"Saya akan selalu membina dan menekankan kepada seluruh santri dan santriwati selalu menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, dan juga memberikan pemahaman bahaya paham komunis," ujarnya.

Sementara Danramil 02 Kuantan Tengah, Kapten Inf Siswandy, mengharapkan dengan adanya kegiatan nonton bareng ini kelak para santri mengerti sejarah kebiadaban PKI.

 

"Semoga dengan agenda nonton bareng film G30S/PKI ini generasi-generasi muda kita mengetahui begitu berbahayanya paham komunis. Dengan demikian mereka bisa selalu berhati-hati dan waspada, sehingga dapat secara bersama-sama memajukan dan menjaga keutuhan NKRI," terangnya. ***


Reporter    : Suandri
Editor          : Nandra F Piliang

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 09:35:01 WIB

Bos LG Group Tutup Usia

RIAUMANDIRI.CO, SEOUL - CEO LG Group, Koo Bon-moo, meninggal dunia di usia 73 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama satu tahun. Selama setahun, Koo telah menjalani berbagai operasi, tetapi seorang sumber enggan menyebutkan penyakit yang diderita oleh pebisnis tersebut.

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.