Menteri Perindustrian Resmikan Pabrik Oleokimia di Dumai

Kamis,14 September 2017 | 16:52:08 WIB
Menteri Perindustrian Resmikan Pabrik Oleokimia di Dumai
Ket Foto : Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartato, saat meresmikan Pabrik Oleokimia di Kota Dumai.

RIAUMANDIRI.co, DUMAI - Areal PT Energi Sejahtera Mas Lubuk Gaung akhirnya diresmikan langsung oleh Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartato, Kamis (14/9/2017).

Areal ini dibangun oleh Sinarmas Cepsa, yang merupakan patungan antara Golden Agri Resources dan CEPSA, Perusahaan Kimia asal Spanyol.

Menteri Industri Republik Indonesia, Airlangga Hartato mengatakan bahwa pemerintah mendorong hadirnya industri.

Maka pemerintah mendorong investasi untuk terus datang berinvestasi, terutama di bidang pengolahan kelapa sawit. Sebab komoditi minyak kelapa sawit masih menjadi komoditi strategis.

Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O. Widjaja menyebut, bisnis minyak kelapa sawit adalah komoditi strategis di Indonesia.

Bahkan menjadi satu komoditi ekspor andalan di Indonesia. Sehingga Sinar Mas Cepsa meghadirkan Pabrik Oleokimia di Kota Dumai.

"Kita menghadirkan pabrik oleokimia berkualitas internasional di Dumai. Pabrik ini dibangun bersama Cepsa," ujar Franky lewat sambutannya.

Menurutnya, Sinar Mas Cepsa adalah perusahaan patungan, jadi Sinar Mas menyediakan Kelapa Sawit sedangkan Cepsa menyediakan teknologi pengolahan kimia. Maklum Cepsa sudah berpengalaman teknologi manufaktur di bidang pengolahan kimia.

Ia juga mengapresiasi pemerintah Indonesia dan dukungan pihak terkait di Dumai. Maka Sinar Mas Cepsa berupaya untuk menghadirkan beragam peroduk berkualitas dan mebgaut pengolahan air. "Jadi kita bersaha merealisasikan produk terbaik dari lokasi ini," jelasnya.

Areal perusahaan ini sudah dibangun sejak tahun 2012 silam. Proses pembangunan akhirnya rampung pada penghujung tahun 2016 silam. Tapi pabrik oleokimia ini beroperasi penuh pada April 2017 lalu.  ***


Reporter: Parno Sali

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR