Catatan Perjalanan Novrizon Burman, TPHD Riau

Selamat Tinggal Makkah, Selamat Kembali di Tanah Air

Minggu,10 September 2017 | 21:02:26 WIB
Selamat Tinggal Makkah, Selamat Kembali di Tanah Air
Ket Foto : Novrizon Burman saat wukuf di Arafah.

RIAUMANDIRI.co-MAKKAH-Alhamdulillah, seluruh prosesi ibadah haji 1438 H/2017 M telah selesai dilaksanakan. Prosesi ibadah haji dimulai dari ihram lalu umrah haji saat tiba di Makkah, wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah, mabit (bermalam) di Muzdalifah pada 10 Zulhijjah, dan mabit serta melempar jumrah di Mina pada 10, 11, dan 12 Zulhijjah. Dilanjutkan thawaf ifadhah, sai, dan tahallul, serta thawaf wada sebelum meninggalkan Makkah.

"Bagaimana pun lima hari puncak kegiatan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina cukup menguras tenaga. Para jamaah biasanya akan kurang tidur dan istirahat serta capek karena harus berjalan kaki cukup jauh selama beberapa kali," sebut Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Riau,  H Ahmad Syah Harrofie

Dengan selesainya semua proses tersebut di atas boleh dikatakan ibadah haji telah selesai, hanya tinggal satu ibadah yang harus dilaksanakan yaitu thawaf wada, thawaf perpisahan saat meninggalkan kota Mekkah. Bagi jamaah gelombang I, termasuk Kloter 7 Batam (gabungan jamaah haji Pelalawan, Dumai, Kuansing, Inhu, dan Inhil, di mana Ahmad Syah Harrofie ada di dalamnya, red), berarti sudah siap-siap pulang ke Indonesia. Sementara bagi jamaah gelombang II, siap-siap harus pindah ke Madinah.

Lama waktu menunggu antara selesainya ibadah haji dengan waktu meninggalkan Mekkah berbeda-beda antar jamaah. Tergantung saat kedatangan mereka ke Makkah. Jamaah yang datang di kloter-kloter awal, biasanya begitu selesai ibadah haji langsung melaksanakan thawaf wada’ dan segera siap-siap pulang ke Indonesia. Bahkan, sebanyak 449 jamaah haji Pekanbaru yang tergabung dalam Kloter 2 Batam, hari ini (10/9/2017), sudah berkumpul kembali bersama keluarganya di Pekanbaru.

Rombongan II, termasuk Kloter 18 Batam, punya waktu sekitar sepuluh hari tinggal di Makkah sebelum pulang ke tanah air. Waktu tersebut biasanya dimanfaatkan para jamaah dengan kegiatan umrah sunnat, shalat lima waktu di Masjidil Haram, dan berziarah ke berbagai situs bersejarah atau tempat rekreasi lainnya seperti ke Gua Hira, Makam Makla, Gua Tsur, Museum Haramain, peternakan unta, Jeddah, dan lain sebagainya.

"Tepat pada hari dan waktu yang telah ditentukan para jamaah haji harus pulang ke tanah air. Satu atau dua hari sebelumnya mereka melaksanakan thawaf wada, sebagai perpisahan terakhir sebelum meninggalkan kota Makkah. Khusus Kloter 18 Batam, Sabtu (16/9/2017) pagi, dibawa ke Madinah untuk melanjutkan prosesi ibadah sebelum pulang ke Tanah Air pada 25 September 2017," ujar Ketua Kloter 18 Batam, HM Yamin.

Ada rasa haru yang menggumpal di dada setiap jamaah saat meninggalkan Ka’bah dan kota Mekkah, tempat yang selama sebulan terakhir mereka tinggali. Sebagian jamaah ada yang menangis dan meraung-raung, sebagian  ada yang meneteskan air mata. Sebagian lagi ada yang berjalan mundur sambil tak putus-putusnya memandangi Kabah. Banyak juga jamaah yang tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Mereka terharu sekaligus sedih meninggalkan kita suci tersebut.

Di setiap dada jamaah pasti ada harapan dan keinginan agar suatu saat masih diberi kesempatan untuk berziarah kembali ke Makkah dan Madinah.

Ya Allah, mabrurkanlah setiap jamaah haji yang datang ke rumah-Mu. Terimalah pengorbanan dan perjuangan mereka semua! .(rsc/ral)

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR