Pembunuhan di RTH Rengat

Pelaku 'Bullying' Terbunuh, yang Dibully Malah Jadi Tersangka

Kamis,24 Agustus 2017 | 23:50:35 WIB
Pelaku 'Bullying' Terbunuh, yang Dibully Malah Jadi Tersangka
Ket Foto : Korban bullying yang akhirnya jadi tersangka pembunuhan
RENGAT, RIAUMANDIRI.co - Pembunuhan di Ruang Terbuka Hijau kecamatan Rengat akhirnya terungkap. Dalam kurun waktu lebih kurang 12 jam, tim Reskrim Polres Inhu yang langsung dipimpin Kasat Reskrim AKP Andri Setyawan SIK mampu mengungkap pelaku penusukan terhadap Agusri Efendi Saputra (17).
 
Pelaku yang diketahui berinisial UD (17), diamankan dengan barang bukti sebilah pisau dapur masih tersimpan di dalam saku celananya. Dari ketarangan pelaku, dirinya kerap di-bully korban.
 
Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Arif Bastari SIK MH mengungkapkan pembunuhan tersebut berawal ketika tersangka UD bersama temannya DD sedang duduk di pinggir RTH Rengat. Pelaku saat itu sedang menjaga dagangan buah. 
 
Saat itu korban tiba-tiba datang dengan dua orang rekannya dan menyatakan kepada pelaku "Kesini Kau, kau masih ada masalah dengan aku," sembari mengajak pelaku untuk duel. 
 
Namun tantangan duel itu ditolak pelaku sembari mengatakan tidak memiliki masalah dengan korban. Namun korban mendekat dan langsung mencekik dan mengunci leher pelaku. "Perkelahian itu kemudian terhenti saat datang seorang pria baru pulang dari mesjid memisahkan mereka," kata Kapolres. 
 
Saat pria tersebut pergi usai melerai perkelahian, korban kembali mengejar pelaku dan memukul bagian kepala kemudian kembali mengunci leher serta mencakar muka pelaku dengan kukunya. 
 
Saat itu pelaku merasa kesakitan dan kemudian ingat bahwa dirinya membawa pisau di dalam saku celananya yang dibawanya dari rumah. Kemudian pelaku langsung mengambil pisau tersebut. Dalam keadaan lehernya terkunci lengan korban, pelaku menusukkan pisau ke arah pinggang korban sekali dan kemudian kembali mengayunkan pisau tersebut ke arah leher korban sebanyak satu kali.
 
Saat itu korban melepaskan kuncian lehernya karena tusukan pisau tersebut. Melihat korban kesakitan, pelaku meninggalkan korban menuju ke Plaza Rengat. Sedangkan pisau yang digunakan dibawa pelaku kembali dengan memasukkan ke dalam kantong celananya.
 
Atas kejadian tersebut, anggota Reskrim Polres Indragiri Hulu dipimpin oleh Kasat Reskrim langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Lalu pukul 17.00 WIB, sekitar 12 Jam setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap.
 
 
Barang bukti yang disita yang kejadian tersebut berupa sebilah pisau dapur panjang sekitar 20 sentimeter. Satu helai celana jeans warna biru donker yang berlumuran darah dan sobek. Selembar baju kemeja lengan pendek warna donker yang berlumuran darah. Dan dua bua jaket.
 
"Karena pelaku masih anak di bawah umur yang, kasus ini ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak Reskrim Polres Inhu, dengan berpedoman dengan Sistem Peradilan Anak sesuai Undang-undang Nomor 11 tahun 2014 tentang sistem peradilan anak," terang Arif.
 
Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Namun itu dilakukan pelaku karena korban memulai perkelahian terlebih dahulu. Bahkan, korban juga sering menggganggu pelaku, dimana setiap bertemu dengan pelaku, korban yang badannya besar sering memukul pelaku tanpa sebab.
 
"Sehingga pelaku merasa dendam dan pelaku mengakui memang sengaja membawa pisau dari rumah untuk tugas malam menjaga buah. Pisau itu untuk berjaga-jaga jika diganggu oleh korban, pelaku akan menghabisinya, dan terjadilah pembunuhan itu," pungkas Arif.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 25 Agustus 2017
 
Reporter: Eka BP
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR