Koordinator Kelompok Saracen di Pekanbaru Seorang Penyalur Pengajar Les Privat

Kamis,24 Agustus 2017 | 22:55:55 WIB
Koordinator Kelompok Saracen di Pekanbaru Seorang Penyalur Pengajar Les Privat
Ket Foto : Kelompok Saracen yang diringkus Direktorat Cyber Crime Mabes Polri
PEKANBARU, RIAUMANDIRI.co -Direktorat Cyber Crime Mabes Polri mengamankan tiga pelaku kelompok Saracen yang diduga penyebar kebencian di ranah maya beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah JAS, warga Pekanbaru, yang diduga sebagai koordinator kelompok tersebut. 
 
Ternyata, JAS tinggal di sebuah kontrakan di Jalan Kasah Gang Salempayo RT4 RW 2 Kelurahan Tangerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai. Di sana, ia diketahui membuka jasa penyalur pengajar kursus Bahasa Inggris. 
 
"Kalau mengkoordinir les privat, mungkin iya. Ada ibu-ibu tetangga di sana ikut meleskan anaknya. Les Bahasa Inggris," ungkap Ketua RT 4 RW 2, Kelurahan Tangerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Syafri, saat ditemui di kediamannya, Kamis (24/8).
 
Senada, tetangga JAS yang bernama Elsi Geovani mengatakan jika JAS membantu tetangganya mencarikan tenaga pengajar les Bahasa Inggris khusus privat ke rumah-rumah. 
 
"Selama ini yang saya tahu, Jasriadi membuka usaha mencarikan tenaga pengajar kepada anak-anak yang ingin les privat. Siapa yang daftar dan ingin belajar, dialah yang mencarikan gurunya. Tapi tidak di sini ngajarnya, melainkan ke rumah murid itu (privat,red)," kata Elsi. 
 
Bagi Elsi, JAS terkenal sopan dan baik dengan masyarakat terutama anak-anak. Tidak pernah membuat keributan di lingkungan. Belakangan, Elsi sempat kaget dan merasa tidak percaya saat JAS diamankan Polisi.
 
"Awalnya saya tidak percaya, kok bisa Jasriadi melakukan seperti yang dalam pemberitaan di media. Padahal orangnya baik dan sopan, selama kenal dengannya aktifitas di kontrakannya seperti biasa-biasa saja," terang Elsi. 
 
Kembali ke Ketua RT, Syafri. Dia mengatakan saat JAS diamankan di dalam rumah kontrakannya terdapat tiga orang wanita. Syafri mengaku saat penggrebekan dilakukan, dirinya turut serta sebagai saksi. 
 
"Ada tiga orang perempuan. Katanya mahasiswa UIR (Universitas Islam Riau,red) baru lulus. Mereka dari daerah. Saya juga tidak tahu hubungannya (tiga wanita itu) dengan Jasriadi. Yang dibawa (diamankan,red) hanya Jasriadi," terang Syafri.
 
Syafri saat itu juga sempat kesal kepada adik JAS. Syafri juga mengatakan jika JAS datang tinggal ke kawasan itu tanpa melapor ke RT. Ia hanya diketahui telah berada di lingkungan yang padat rumah ini oleh tetangganya saja.
 
"Itulah, apa kerja kalian tu. Saya bilang ke adiknya. Itulah Pak, kata adiknya tidak tahu," sebut Syafri. 
 
Baca Selengkapnya di Koran Haluan Riau edisi 25 Agustus 2017
 
Reporter: Dodi Ferdian
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR