DPRD Ancam Bentuk Pansus Jika PT Serikat Putra Tak Penuhi Tuntutan Warga

Rabu,23 Agustus 2017 | 04:53:18 WIB
DPRD Ancam Bentuk Pansus Jika PT Serikat Putra Tak Penuhi Tuntutan Warga
Ket Foto : Eka Putra, Ketua Komisi 1 DPRD Pelalawan
Pangkalan Kerinci, RIAUMANDIRI.co - Terkait tuntutan warga kecamatan Bandar Petalangan kepada PT Serikat Putra berupa kebun pola kemitraan yang hingga kini belum direalisasikan, mendapat sorotan serius dari DPRD Pelalawan. Menurut Dewan, pihak perusahaan harusnya dapat merealisasikan kesepakatan dengan warga, jika tidak dilakukan, pihaknya bakal membentuk Panitia Khusus (Pansus).
 
Selama 29 tahun sejak berdirinya perusahaan perkebunan sekaligus pabrik pengolahan kelapa sawit itu,  ternyata PT Serikat Putra selama ini di mata masyarakat dirasakan tidak memberikan dampak positif bagi warga yang tinggal di sekitar areal perusahaan.
 
Hal ini terkuak setelah dilakukan rapat dengar pendapat antara pihak perusahaan dengan warga sekitar perusahaan untuk kesekian kalinya prihal tuntutan tanaman kehidupan yang wajib terealisasi untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
 
"Masyarkat tidak butuh bantuan lain-lain lewat program CSR-nya, sekarang mereka cuma minta satu yang wajib dan yang paling utama yakni minta dibangunkan kebun pola kemitraan atau KKPA. Sebab, masyarakat menunggu itu sudah puluhan tahun tepatnya sudah 29 tahun lalu sampe sekarang cuma dijanjikan aja tak pernah terealisasi," jelas Eka Putra, Ketua Komisi 1 DPRD Pelalawan, Selasa (22/8) kepada riaumandiri.co. 
 
Dijelaskan Eka, saat ini perusahaan sedang memasuki persiapan replanting atau peremajaan kebun, dan diharapkan mereka bersedia mengeluarkan 20 persen dari luas lahan mereka untuk dibangunkan kebun pola kemitraan. Kalau ini kembali diingkari, mungkin selain ada aksi masyarakat, pihak DPRD Pelalawan juga bakal membentuk Pansus untuk menangani permasalahan PT Serikat Putra ini dengan warga.
 
Eka Putra kembali mengingatkan, bahwa dari hasil hearing pada 14 Agustus lalu, antara masyarakat dengan perusahaan, didapat hasil akhirnya bahwa pihak perusahaan meminta waktu sebulan terkait tuntutan warga. 
 
"Jadi kita lihat aja nanti apa keputusan mereka, saya berharap perusahaan bijaksana memberikan keputusan mereka, sebab kalau keputusan mereka mengecewakan, maka pastinya masyarakat tidak tinggal diam dan begitu juga dengan Anggota Dewannya juga akan melakukan tindakan dengan membentuk pansus untuk PT Serikat Putra," tegas Eka.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 23 Agustus 2017
 
Reporter: Pendi
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR