Tes Kompetensi Balon Penghulu di Siak, Peserta Wajib Bisa Baca Al Qur'an

Senin,24 Juli 2017 | 21:12:46 WIB
Tes Kompetensi Balon Penghulu di Siak, Peserta Wajib Bisa Baca Al Qur'an
Ket Foto : Pelaksanaan tes tertulis balon penghulu di ruang Raja Indra Pahlawan kantor Bupati Siak
SIAK (RIAUMANDIRI.co) - Para bakal calon (balon) Penghulu mengikuti seleksi tertulis di Kantor Bupati Siak, Senin (24/7). Banyak dari peserta yang mengaku tak melakukan persiapan khusus, untuk mengikuti seleksi tertulis maupun wawancara tersebut. 
 
Salah seorang peserta yang termuda, Ikhsan Parulian Harahap (28), asal Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, mengaku optimis lolos ujian seleksi maupun tertulis. Berbekal dari pendidikan jurusan Syari'ah UIN Susqa tahun 2015, dia ingin memajukan kampungnya menjadi sebuah kampung yang Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur (subur, makmur, adil dan aman).
 
Maksud Ikhsan adalah, dimana yang berhak akan mendapat haknya, yang berkewajiban akan melaksanakan kewajibannya dan yang yang berbuat baik akan mendapat anugerah sebesar kebaikannya. Sehingga tidak ada lagi kezaliman.
 
Hal senada diungkapkan calon Penghulu Kampung Bukit Agung kecamatan Kerinci Kanan, Minarni Damayanti (43). Dirinya mengaku siap untuk mengikuti seleksi atau ujian yang diberikan. Minarni adalah salah satu peserta wanita, yang kebetulan peserta wanitanya hanya dua orang.
 
Sementara Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Hasmiza,l mengatakan, untuk tes balon penghulu tersebut, pihaknya mewajibkan peserta untuk bisa baca Al Quran bagi yang beragama Islam. 
 
Selain itu, materi tes tertulis adalah, pancasila dan UUD 1945, bidang pemerintahan kampung, pemberdayaan masyarakat, pemerintahan umum dan pembangunan. Kemudian ditambahkan pengetahuan adat istiadat kampung dan pengetahuan agama. Kemudian untuk tes secara lisan meliputi, wawancara, penyampaian visi dan misi, kemampuan untuk berpidato,
 
Pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai pada tanggal 24 sampai tanggal 28 Juli 2017. Peserta berasal dari 33 kampung di 13 kecamatan yang berjumlah sebanyak 115 orang. Satu kecamatan yang tidak ikut yaitu kecamatan Minas, di karenakan belum habis masa jabatan Penghulu tersebut. 
 
Sementara Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra, Budi Yuwono, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, penghulu merupakan ujung tombak dari pembangunan yang selalu berinteraksi dengan masyarakat. Artinya tugas-tugas Penghulu itu sama dengan tugas-tugas dari Bupati hanya saya dalam lingkup yang lebih kecil.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 25 Juli 2017
 
Reporter: Sugianto
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR