Pertikaian Dua Kelompok Pelajar di Jalan Banglas Diselesaikan di Mapolres Meranti

Cetak Minggu,02 Juli 2017 | 23:13:09 WIB
Pertikaian Dua Kelompok Pelajar di Jalan Banglas Diselesaikan di Mapolres Meranti
Ket Foto : Dua Kelompok Pelajar di Jalan Banglas Bentrok dan Diselesaikan di Mapolres Meranti
SELATPANJANG (RIAUMANDIRI.co) - Terjadi pertikaian antara dua kelompok pelajar di Jalan Banglas, Selatpanjang Timur, Kabupaten Meranti, Sabtu (1/7/2017). Kendati sempat bentrok, kedua pihak akhirnya berdamai di Mapolres setempat.
 
Informasi ini dibenarkan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Barliansyah SIK, melalui Kapolsek Tebingtinggi, AKP Syafril SH, kepada riaumandiri.co. Menurutnya, kejadian tersebut dipicu salah paham antara keduanya.
 
"Awal kejadiannya, salah paham pelajar ini, waktu pengumuman kelulusan SMP beberapa waktu lalu, sehingga berbuntut panjang, dan ada pertikaian lalu didamaikan. Pihak kepolisian bergerak cepat, mendengar ada pemukulan terhadap pelajar di Jalan Banglas'' ungkap Syafril SH, seraya mengatakan saat ini situasi dapat dikendalikan. 
 
Kepolisian dibantu tokoh masyarakat setempat memulangkan pelajar ke rumah mereka masing-masing. ''Kita berharap hal ini tidak terjadi kembali dan tidak berkembang, menginggat korban masih di bawah umur. Apalagi saat masih suasana lebaran,'' ucap Syafril.
 
Yang jelas, mendapat laporan tersebut pihak Kepolisian bergerak cepat mendatangi TKP dan dibantu tokoh masyarakat menenangkan kelompok pelajar supaya tidak emosi dan mengupayakan langkah mediasi.
 
''Alhamdulillah, sekitar pukul 02:00 WIB, di Mapolres Kepulauan Meranti, diselesaikan, karena saat itu ramai dan kedua kelompok pemuda Banglas dan pemuda Alahair sudah damai sesuai keinginan kita semua,'' ucap Syafril.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 3 Juli 2017
 
Reporter: Azwin Naem
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Jumat,25 Mei 2018 - 21:48:27 WIB

Pemerintah Tidak Keluarkan THR Kepada 736 Ribu Guru Honorer

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyayangkan kebijakan pemerintah yang tidak memperhatikan nasib 736 ribu guru honorer yang tidak menerima THR pada lebaran tahun ini.