Pemerintah Ajak Pelaku Usaha Majukan IKM di Daerah Masing-Masing

Senin,19 Juni 2017 | 10:24:36 WIB
Pemerintah Ajak Pelaku Usaha Majukan IKM di Daerah Masing-Masing
Ket Foto : Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan penghargaan Tukiman seorang pengusaha bengkel yang merupakan Binaan PT RAPP
Pangkalan Kerinci (RIAUMANDIRI.co) - Pemerintah mengajak pelaku usaha seperti perusahaan-perusahaan besar untuk menggandeng pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) agar dapat mandiri dan berkembang dengan melakukan upaya pendampingan. Hal ini dilakukan mengingat Peran IKM dinilai sangat penting sebagai salah satu penopang perekonomian dalam negeri khususnya bagi penguatan perekonomian keluarga.
 
Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, IKM telah terbukti menjadi usaha yang tahan krisis dan menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Kontribusi IKM dalam menciptakan lapangan kerja juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Untuk itu, semua pihak perlu memberikan dukungan bagi perkembangan IKM, termasuk dunia usaha.
 
“Pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri. Dukungan dari dunia usaha akan menjadi kail yang akan mendorong IKM menjadi wirausaha mandiri,” ujar Enggartiasto dalam acara CSR Award kepada Mitra Bina PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pelalawan, Riau, Minggu (18/6).    
 
Dia berharap, dukungan terhadap IKM akan terus meningkat agar semakin banyak bermunculan wirausaha. Meskipun memiliki peranan penting, IKM masih menghadapi sejumlah masalah, seperti dukungan permodalan dan kemampuan mengelola bisnis secara profesional. Di sinilah perusahaan diharapkan berperan agar memberikan pendampingan kepada IKM.
 
Direktur Iama PT RAPP, Rudi Fajar mengatakan sebagai perusahaan yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau, RAPP berkewajiban untuk merangkul masyarakat sekitar agar mampu berkembang bersama. Hingga saat ini, RAPP telah mencetak sederet IKM sukses dan berpengaruh di daerahnya. “Perusahaan dikatakan berhasil jika masyarakat di sekitarnya sejahtera,” kata Rudi.
 
Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, selama 1999-2014, RAPP telah berkontribusi dalam pembentukan output terhadap perekononomian nasional  Rp 557 triliun, yang mana Rp 498 triliun (89,5%) berada di Riau. Kontribusi relatif output RAPP terhadap perekonomian Riau menunjukkan pola penurunan sejak 2009 sebagai dampak pertumbuhan output Provinsi Riau yang lebih tinggi ketimbang pertumbuhan penjualan RAPP. “Ini positif karena ketergantungan secara ekonomi masyarakat di Riau terhadap perusahaan semakin turun, karena tingkat kemandirian mereka meningkat,” ujar Rudi.
 
Dalam acara CSR Award tersebut, RAPP memberikan penghargaan kepada delapan mitra bina yang bergerak di berbagai bidang usaha mitra inline (jenis usahanya berhubungan langsung dengan bisnis RAPP) seperti Sulaiman sebagai produsen sabut kelapa (cocopeat), Izwan koperasi Karya Bersama yang menyediakan speed boat 15 K, Robi Cahyadi sebagai penyedia tenaga kerja dan penyedia truk. Kemudian Mujiono sebagai penyediatenaga kerja pengawas, Ramadhan sebagai meyedia mobil truk. Sedangkan untuk mitra Offline (jenis usahanya tidak berhubungan langsung dengan bisnis perusahaan) diantaranya Yusmani yang merupakan pengrajin batik di Rumah Baatik Andalan, Tukiman dan Mursaldius pengusaha bengkel.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 19 Juni 2017
 
Reporter: Pendi
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR