Penertiban PKL Berujung Bentrok, Puluhan Pedagang Serbu Kantor Satpol PP

Kamis,08 Juni 2017 | 00:23:31 WIB
Penertiban PKL Berujung Bentrok, Puluhan Pedagang Serbu Kantor Satpol PP
Ket Foto : Mediasi pedagang Jalan Sultan Hasanuddin dengan Satpol PP Kota Dumai (Foto: RMC/Parno)
Dumai (RIAUMANDIRI.co) - Penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Dumai terhadap Pedagang Kaki Lima ( PKL), berujung bentrok dan diduga terjadi kekerasan pemukulan terhadap pedagang.
 
Penertiban juga berujung pengangkutan barang dagangan ke mobil patroli. Akibatnya puluhan PKL mendatangi Kantor Satpol PP Kota Dumai di Jalan Patimura, Rabu (7/6/2017).
 
Mereka keberatan dengan sikap arogan petugas saat menertibkan PKL yang berada di tepi Jalan Sultan Hasanuddin. Sehingga mereka bereaksi usai ditertibkan oleh personel penegak Perda itu.
 
Apalagi penertiban diduga diwarnai pemukulan oleh oknum petugas Satpol PP. Sebab itu para pedagang menyuarakan aksi protes mereka di depan Kantor Satpol PP Dumai.
 
Perwakilan PKL diberi kesempatan melakukan mediasi di ruang Kepala Satpol PP Dumai, yang diterima Kepala Satpol PP Dumai Bambang Wardoyo dan pihak kepolisian dari Polres Dumai. 
 
Suasana berlangsung panas, sebab terjadi perdebatan antara perwakilan PKL dengan Kepala Satpol PP Dumai, Bambang Wardoyo. Mereka keberatan dengan upaya penertiban dengan cara kasar. Bahkan mereka memaksa untuk bertemu dengan oknum Satpol PP Dumai yang melakukan pemukulan.
 
Namun akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk meminta maaf, dan perwakilan pedagang meninggalkan ruangan tersebut. 
 
Bambang Wardoyo menjelaskan, bahwa sebenarnya badan jalan sesuai dengan Perda 12 tahun 2012, dilarang dijadikan tempat berjualan.
 
Namun dari adanya kesapakatan bersama antara DPRD, Walikota bersama 94 pedagang, dibolehkan berjualan, sampai pukul 08.30 wib, namun pada penertiban tersebut ketentuan ini tidak diindahkan PLK.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 08 Juni 2017
 
Reporter: Parno Sali
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...