Syamsuar: Masih Banyak Kampung yang Belum Melakukan Musyawarah

Cetak Jumat,02 Juni 2017 | 22:00:20 WIB
Syamsuar: Masih Banyak Kampung yang Belum Melakukan Musyawarah
Ket Foto : Safari Ramadhan Syamsuar di Masjid Almuhajirin Kampung Sialang Palas
SIAK (RIAUMANDIRI.co) - Bupati Siak Syamsuar mengatakan, masih banyak kampung yang belum melakukan musyawarah terhadap pendataan penduduk miskin. Padahal menurutnya, musyawarah ini sangat penting, karna berkaitan dengan bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah.
 
Hal tersebut dikatan Syamsuar saat membuka kegiatan safari Ramadhan di Masjid Almuhajirin, Kampung Sialang Palas, Kecamatan Lubuk Dalam. Menurutnya, data itu memang benar-benar harus akurat, supaya pada saat pemberian bantuan nantinya tepat sasaran dan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
 
“Bantuan untuk masyarakat miskin diharapkan bisa kearah tepat sasaran, serta harus dilakukannya verifikasi data yang ada di setiap kampung. Sehingga laporannya bisa sampai Kementrian Sosial Jakarta,” Kata Syamsuar saat safari ramadhan, Rabu (31/5) malam.
 
Berkaitan dengan penduduk yang masih belum terdata, Bupati Siak itu juga menjelaskan melalui Dirjen kependudukan agar nantinya yang tidak terdata harus dicatat, serta diharuskan untuk memeriksa ulang dari alamat pertama mereka tinggal. Seperti halnya para penduduk yang baru datang di tempat baru.
 
Selain itu, untuk dana desa, Syamsuar menyebutkan bahwa penggunaan dana desa yang diarahkan oleh menteri agar bisa diprioritaskan untuk ekonomi masyarakat. Sehingga setiap desa mempunyai keunggulannya sendiri, dengan menggunakan dana desa yang berdampak menggerakan ekonomi masyarakat, serta adanya Bumdes yang juga bisa membangkitkan perekonomian di kampung sehingga bisa dimanfaatkan dengan maksimal.
 
"Hal ini lah yang harus menjadi perhatian kita semua. Saya mengharapkan agar peningkatan ekonomi masyarakat bisa terlaksana dengan baik, sehingga setiap Kampung bisa mempunyai produk unggulan yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 03 Juni 2017
 
Reporter: Effendi
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.