Puluhan Wanita Malam Terjaring Razia, Jika Masih Bandel Bakal Dibotakin

Cetak Kamis,01 Juni 2017 | 05:26:24 WIB
Puluhan Wanita Malam Terjaring Razia, Jika Masih Bandel Bakal Dibotakin
Ket Foto : Terlihat Wanita Malam yang Berhasil Terjaring Razia Gabungan di Selatpanjang, Meranti (Foto: RMC/Azwin)
SELATPANJANG (RIAUMANDIRI.co) - Malam ke-6 Ramdhan, tim gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP kembali merazia sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (31/5/2017). Razia dimulai pukul 22:00 WIB dan berakhir dini hari tadi.
 
Tim gabungan menyisir tempat hiburan malam dan Hotel, dimulai dari Pujasera O2, Wisma Jawi-Jawi, H5, Dyva, Pujasera Dragon, dan Pujasera Alang. Dalam operasi Pekat atau penyakit masyarakat kali ini, puluhan Wanita Malam berhasil didata.
 
"Ada puluhan wanita malam yang berhasil diamankan pihak kita," terang Kasat Pol PP Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kabid Ops Pol PP Syafrizal Ahmadi.
 
"Nanti kita akan lakukan ketegasan kepada semuanya, di dalam bulan Suci Ramadhan ini yang kegiatannya bersifat memancing maksiat, itu dilarang," tambahnya.
 
Apabila hal ini tidak menimbulkan efek jera, maka kedepan pihaknya akan menahan identitas pelaku, seperti halnya Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Kami tahan, jika perlu kita sampaikan kepada Dinas pencatatan sipil Meranti," jelasnya.
 
Tidak hanya itu, jika masih terjaring kembali dalam razia selanjutnya, pihak Satpol PP akan memotong rambut pelaku Pekat hingga botak.
 
"Apabila kedepannya bagi mereka yang terjaring kembali akan dibotakan, supaya mereka malu dan ada efek jera. Bila perlu kita kirim ke Provinsi Riau untuk dilakukan pembinaan," tegas Syafrizal .
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 02 Juni 2017
 
Reporter: Azwin Naem
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Jumat,25 Mei 2018 - 21:48:27 WIB

Pemerintah Tidak Keluarkan THR Kepada 736 Ribu Guru Honorer

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyayangkan kebijakan pemerintah yang tidak memperhatikan nasib 736 ribu guru honorer yang tidak menerima THR pada lebaran tahun ini.